Anindya Bakrie Targetkan Kontribusi Investasi Tembus 40 Persen dari PDB, Begini Strateginya

5 days ago 5

Rabu, 3 Desember 2025 - 11:40 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie mengatakan, untuk memperluas lapangan kerja, investasi di berbagai sektor perlu lebih dipermudah oleh pemerintah Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan investasi di berbagai bidang mulai dari sektor pertanian, industri, energi, perdagangan dan jasa, ekonomi kreatif dan pariwisata hingga Artificial Intelligence (AI).

"Investasi menjadi game changer, terutama saat ini, ketika daya beli masyarakat mengalami masalah," kata Anindya dikutip Rabu, 3 Desember 2025.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Kementerian Keuangan sudah menambah likuiditas sebesar Rp 276 triliun, seiring kebijakan moneter Bank Indonesia sudah mulai longgar.

Karenanya, Anindya memastikan bahwa likuditas bukan lagi masalah, karena masalah kini ada di sisi demand. Untuk itu, Anindya menekankan bahwa di sinilah pentingnya kemudahan investasi, baik investasi dalam negeri maupun investasi asing.

"Kadin akan berperan aktif untuk meningkatkan kontribusi terhadap PDB yang saat ini masih di angka 29 persen. Secara bertahap, kontribusi investasi terhadap PDB akan dinaikkan hingga di atas 40 persen dari PDB," ujarnya.

Karena itu, Anindya menegaskan bahwa Kadin mendukung upaya pemerintah melakukan debottlenecking semua hambatan investasi, memberikan insentif kepada pelaku usaha, meregulasi ulang berbagai perangkat hukum yang menghambat kemajuan investasi, dan memangkas ekonomi biaya tinggi yang menyebabkan tingginya ICOR. 

Untuk melancarkan investasi, Kadin melihat pentingnya pembentukan clearing house sengketa industri/lahan, tax holiday inklusif bagi PMDN menengah, kepastian AMDAL, dan peran pemerintah dalam industri strategis.

"Kadin menyarankan dilakukan sinkronisasi OSS, penyusunan supply chain roadmap, dan pengembangan KEK/kawasan industri luar Jawa berbasis PPP. Skema transmigrasi closed loop yang terkoneksi dengan industri dan offtaker anggota Kadin," ujarnya.

Ilustrasi Emas.

Aset Safe Haven Masih Jadi Primadona, BRI-MI Tawarkan ETF Emas Opsi Baru Investasi

Selain emas fisik dan digital, akan segera hadir pilihan baru, yaitu Exchange Traded Fund (ETF) Emas pertama yang tengah disiapkan oleh BRI Manajemen Investasi (BRI-MI).

img_title

VIVA.co.id

3 Desember 2025

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |