Bisa Serap Seribu Pekerja, Danantara Dorong Reaktivasi Tambang Ombilin di 2026

2 weeks ago 8

Rabu, 25 Februari 2026 - 17:09 WIB

Jakarta, VIVA – Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria mengatakan, dengan potensi penyerapan mencapai sekitar seribu tenaga kerja, pihaknya mendorong reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat, agar bisa dilakukan pada tahun ini.

"Sekarang saja (tahun 2026)," kata Dony di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto

Photo :

  • twitter.com/UNESCO

Sementara itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan, proses pembukaan kembali tambang masih berada pada tahap pengurusan dokumen penting, termasuk perizinan, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta studi kelayakan.‎

Direktur Operasional, PTBA Ilham Yacob memastikan, pihaknya memang berencana mengaktifkan kembali tambang di Ombilin, yang saat ini sedang proses perizinan dan Amdal serta feasibility study (FS). 

"Dokumen ini sangat penting, tanpa itu, aktivitas tidak bisa dilakukan. Jika sudah dibuka, ekosistemnya akan terbentuk dan punya dampak ekonomi yang bagus,” kata Ilham.

‎Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno menambahkan, aktivitas penambangan baru bisa dilakukan setelah seluruh dokumen teknis dan persetujuan pemerintah rampung. Dokumen tersebut mencakup aspek teknis, analisis biaya, operasional, kesiapan tenaga kerja, legalitas, regulasi, hingga lingkungan.

Menurut Eko, jika tambang kembali beroperasi, baik tambang terbuka maupun tambang dalam, maka setidaknya sekitar seribu tenaga kerja dapat terserap. Potensi cadangan tambang terbuka di Ombilin diperkirakan mencapai sekitar 2 juta ton, sementara tambang dalam sekitar 100 juta ton.

Dia menjelaskan, tambang Ombilin merupakan salah satu tambang batu bara tertua di Indonesia, yang aktivitasnya menurun tajam sejak sekitar 25 tahun terakhir. Penurunan tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap masa depan Sawahlunto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rencana pembukaan kembali tambang ini telah beberapa kali muncul sebelumnya, termasuk minat investor asing, namun belum terealisasi. Secara historis, deposit batu bara Ombilin ditemukan oleh peneliti Belanda, Willem Hendrik de Greve, pada 1867–1868 dan kemudian dicatat lebih lanjut oleh RDM Verbeek.

Tambang tersebut resmi dibuka pemerintah Hindia Belanda pada 28 Desember 1891, yang juga diiringi pembangunan infrastruktur penting seperti jaringan kereta api, Pelabuhan Emmahaven (Telukbayur), serta kawasan industri lain yang memicu industrialisasi di Sumatera Barat. (Ant).

Kantor Danantara

Danantara: Bukan dalam Irama BlackRock

Danantara merupakan institusi kedaulatan investasi untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Sama sekali tidak ada hubungan kepemilikan dan afiliasi dengan entitas asing.

img_title

VIVA.co.id

24 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |