VIVA – Mungkin masih banyak yang mengalami di luar sana soal istri yang ingin bercerai tapi suaminya tidak mau. Dalam sebuah ceramah, Buya Yahya menekankan bahwa konflik adalah bagian alami dari pernikahan.
Ia menyebut bahwa masalah tidak boleh dijadikan alasan untuk merusak rumah tangga, melainkan harus dikelola dengan baik. Berikut ini penjelasan lengkapnya dari Buy a Yahya untuk mengatasi hal tersebut.
“Dalam rumah tangga selalu ada namanya problem. Tinggal bagaimana kita mengolah problem itu,” ujar sang ulama yang dikutip dari YouTube Buya Yahya pada Rabu, 3 Desember 2025.
Buya Yahya
Photo :
- Instagram @buyayahya_albahjah
Menurutnya, kesadaran untuk mengakui kesalahan adalah hal penting dalam pernikahan. Ia menjelaskan bahwa masalah besar justru timbul ketika seseorang tidak pernah merasa bersalah, karena itu berarti kesalahan dapat terulang. Namun bila suami sudah menyesal dan ingin memperbaiki diri, maka langkah berikutnya adalah membuka hati untuk memberi kesempatan.
“Kalau sudah menyesali, sudah. Anda pengin apa lagi kan begitu. Sudah menyesal mau diungkit-ungkit terus enggak diterima dan sebagainya terus mau bagaimana lagi,” tutur Buya.
Ia juga menyinggung bahwa penolakan istri terkadang bukan karena tidak mau memaafkan, melainkan karena rasa canggung yang sudah terlanjur muncul akibat emosi yang memuncak. Buya Yahya memberikan gambaran bahwa pendekatan yang tepat bisa membantu mencairkan suasana.
“Mungkin seorang istri sudah terlanjur marah begitu, tak enak memaafkan bukan karena tidak mau memaafkan. Tinggal mungkin caranya mungkin melalui surat cinta yang indah atau melalui orang tua memahamkan,” jelasnya.
Buya juga mengingatkan bahwa permintaan maaf harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, bukan setengah hati atau sekadar formalitas. Ia mencontohkan bahwa cara meminta maaf yang salah justru bisa membuat istri makin kesal.
“Nah cuma jangan bikin marahnya itu adalah bikin marah. Eh minta maafnya bikin marah… Kalau minta maaf itu serius tampak,” ujarnya.
Di sisi lain, Buya menyarankan agar suami tetap berusaha selama masih mampu bertahan, apalagi jika rasa cinta masih ada dan hubungan suami-istri bisa dijaga dari hal haram. Namun ia menegaskan bahwa mempertahankan pernikahan harus memiliki batas, terutama bila istri benar-benar menutup peluang damai.
Halaman Selanjutnya
“Kalau ternyata mentok, tok tok tok, sudahlah jalan berbeda… jangan mempertahankan sesuatu yang gak jelas,” tuturnya.

5 days ago
4









