Jakarta, VIVA – Suasana Ramadhan tahun ini terasa berbeda bagi pengusaha muda Insanul Fahmi. Di tengah persoalan hukum dan konflik rumah tangga yang masih bergulir, ia harus menjalani bulan suci tanpa kehadiran istri sahnya, Wardatina Mawa, serta buah hati tercinta.
Kondisi tersebut membuat Ramadhan kali ini diwarnai rasa hening yang tak biasa dalam kehidupannya. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Insanul Fahmi tidak menampik adanya perasaan sepi yang menyelimuti hari-harinya. Namun alih-alih larut dalam kesedihan, ia memilih menjadikan momen tersebut sebagai ruang perenungan dan evaluasi diri.
"Pasti ada perasaan seperti itu (sepi) tapi lebih ke waktunya aku manfaatin buat banyak muhasabah gitu ya. Karena ketika sendiri justru jadi kesempatan buat aku lebih berkaca bahwasanya diri aku ini masih perlu banyak diperbaikin," kata Insanul Fahmi di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Menurutnya, kesendirian justru membuka ruang yang lebih luas untuk memperbaiki kualitas diri, baik secara spiritual maupun pribadi.
Ramadan dimaknainya sebagai waktu yang tepat untuk menata ulang langkah hidup, terlebih di tengah ujian yang sedang dihadapi.
Kendati tidak bisa berkumpul secara langsung, Insanul mengaku tetap berusaha menjalankan peran sebagai ayah.
Ia rutin memantau perkembangan putra semata wayangnya dan memberikan dorongan agar sang anak tetap semangat menjalani ibadah puasa.
"Pasti diingetin buat puasa supaya bisa full. Ada reward-nyalah gitu. Kemarin dia pengen motor-motoran gitu, umur 5 tahun ya, pengen motor-motoran gitu ya udah nggak apa-apa nanti coba kalau misalnya dia bisa," ungkapnya.
Bagi Insanul Fahmi, cara tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi agar anaknya tetap antusias menyambut Ramadhan meski situasi keluarga sedang tidak mudah. Ia berharap komunikasi yang terjalin tetap mampu menjaga kedekatan emosional di antara mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, Insanul Fahmi menyimpan harapan besar agar persoalan yang tengah dihadapinya segera menemukan titik terang.
Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menyelesaikan seluruh proses hukum yang berjalan, sebelum memikirkan kemungkinan kembali bersatu sebagai keluarga.
Halaman Selanjutnya
"Targetnya sih menyelesaikan proses hukum yang ada, pastinya. Kemudian ya (mau) bisa berkumpul kembali dengan keluarga sih," ucap Insanul Fahmi.

2 weeks ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
