Iran Bantah Tuduhan sedang Membuat Rudal yang Bisa Menjangkau AS: Trump Bohong Besar!

2 weeks ago 13

Rabu, 25 Februari 2026 - 19:00 WIB

VIVA – Iran membantah keras tuduhan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menuding Teheran kembali mengejar "ambisi nuklir jahat" dan mengembangkan rudal yang mengancam kepentingan Barat.

Dalam pidato kenegaraan pada Selasa, Trump menuduh Iran tengah “memulai kembali” program nuklirnya serta mengembangkan rudal yang dapat menjangkau Eropa, pangkalan militer AS di luar negeri, bahkan berpotensi mencapai wilayah Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Trump juga menyebut Iran sebagai "sponsor teror nomor satu di dunia" dan menegaskan tidak akan pernah membiarkan negara itu memiliki senjata nuklir.

Menanggapi pernyataan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, pada Rabu membantah seluruh tuduhan itu, meski tanpa menyebut nama Trump secara langsung.

"Apa pun yang mereka tuduhkan terkait program nuklir Iran, rudal balistik Iran, dan jumlah korban jiwa selama kerusuhan Januari, hanyalah pengulangan ‘kebohongan besar’," tulis Baqaei melalui akun media sosial X.

Trump sebelumnya juga mengklaim otoritas Iran membunuh 32.000 orang dalam gelombang protes yang dimulai pada Desember dan memuncak pada 8–9 Januari. Klaim tersebut turut dibantah oleh pihak Teheran.

Ketegangan meningkat di tengah pengerahan militer besar-besaran AS di sekitar Teluk, termasuk pergerakan kapal induk USS Gerald R. Ford menuju kawasan Timur Tengah. Meski demikian, kedua negara dijadwalkan melanjutkan pembicaraan pada putaran ketiga di Jenewa, Swiss, Kamis mendatang, sebagai bagian dari upaya mencari solusi diplomatik.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi beberapa jam sebelum pidato Trump menyatakan peluang tercapainya kesepakatan untuk menghindari bentrokan militer sebenarnya "sudah di depan mata".

"Kita memiliki kesempatan bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang membahas kekhawatiran bersama dan mencapai kepentingan bersama," tulis Araghchi di media sosial. Ia menambahkan bahwa kesepakatan itu dapat terwujud "hanya jika diplomasi diprioritaskan".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Araghchi kembali menegaskan bahwa Iran “dalam keadaan apa pun tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir”, namun tetap bersikeras pada hak negaranya untuk memanfaatkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Selama ini negara-negara Barat menuduh Iran berupaya memperoleh bom atom, sementara Teheran berulang kali menyatakan program nuklirnya semata-mata untuk kepentingan sipil dan energi.

Halaman Selanjutnya

Trump sendiri mengancam akan melancarkan serangan terhadap Iran apabila tidak tercapai kesepakatan. Menanggapi ancaman itu, Teheran memperingatkan bahwa setiap bentuk serangan, bahkan yang bersifat terbatas, akan dianggap sebagai tindakan agresi dan dibalas secara tegas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |