Iran Peringatkan Lonjakan Harga Minyak Dunia Tembus US$200 per Barel

3 hours ago 2

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:02 WIB

Jakarta, VIVA Iran memperingatkan harga minyak dunia berpotensi melonjak dua kali lipat menjadi US$200 atau sekitar Rp3.380.100 (estimasi kurs Rp 16.900 per dolar AS) per barel. Prediksi ini menyusul serangan Iran terhadap kapal dagang di kawasan Teluk memperburuk ketegangan geopolitik sehingga mengguncang pasar energi global.

Pasukan militer Iran melaporkan tiga kapal dagang terkena serangan proyektil yang melintas di wilayah perairan Teluk karena dianggap mengabaikan perintah dari pasukan Garda Revolusi Iran. Salah satunya adalah kapal kargo berbendera Thailand yang terbakar hebat sehingga awak kapal terpaksa dievakuasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, dua kapal lainnya juga mengalami kerusakan, yakni kapal kontainer berbendera Jepang serta kapal kargo berbendera Kepulauan Marshall. Dampak dari serangan ini, ada tiga orang dilaporkan hilang dan diduga terjebak di ruang mesin.

Serangan terbaru ini menambah jumlah kapal dagang yang terkena serangan sejak konflik menjadi 14 kapal sekaligus meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kawasan selan ini merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia karena menyalurkan sekitar 20 persen pasokan minyak global.

“Bersiaplah menghadapi harga minyak US$200 per barel, karena harga minyak bergantung pada keamanan regional yang telah kalian destabilisasi,” ujar Juru Bicara Komando Militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, dikutip dari Business Today pada Rabu, 12 Maret 2026.

Konflik di kawasan Timur Tengah memanas sudah berlangsung hampir dua pekan lalu sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran. Perang di Timur Tengah dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.000 orang atau setara sebagian besar berada di Iran dan Lebanon.

Meski mendapat serangan udara besar-besaran yang oleh Pentagon disebut sebagai kampanye militer paling intens sejak perang paling intens. Iran terus melancarkan serangan balasan ke Israel dan sejumlah target di kawasan Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden AS, Donald Trump, mengisyaratkan bahwa konflik tersebut belum segera berakhir. Trump juga mengklaim bahwa pasukan Amerika telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut, meskipun ia menilai harga minyak pada akhirnya akan kembali turun.

“Kami tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Trump dalam sebuah rapat umum.

Halaman Selanjutnya

Pasar Minyak Global Bergejolak

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |