Jarang Hubungan Intim dan Tak Pakai KB Gak Bakal Bikin Hamil, Apa Betul?

3 hours ago 1

Jumat, 28 Februari 2025 - 02:17 WIB

VIVA – Banyak orang yang merasa tidak perlu menggunakan kontrasepsi karena menganggap hubungan seksual yang jarang-jarang atau sesekali tidak akan menyebabkan kehamilan. Padahal, kehamilan bisa terjadi meski frekuensi hubungan intim tidak rutin, terutama jika dilakukan pada masa subur. 

Kemungkinan hamil tetap ada meski hubungan intim dilakukan jarang-jarang atau tidak rutin, terutama jika bertepatan dengan masa subur wanita. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Selama ovulasi, sel telur dilepaskan dan siap dibuahi oleh sperma yang dapat bertahan hingga 5 hari dalam tubuh wanita. Ini berarti kehamilan bisa terjadi bahkan jika hubungan seksual dilakukan beberapa hari sebelum ovulasi.

"Kenyataannya, setiap kali berhubungan intim tanpa kontrasepsi, ada kemungkinan untuk hamil sekitar 8-10 persen, dan jika ada sperma yang diejakulasikan di dalam saluran kandungan perempuan, dia dapat hidup selama 3 hari di dalam, sehingga masih dapat membuahi sel telur yang baru dilepaskan atau ovulasinya belakangan," kata Dokter Kandungan, dr. Darrell Fernando,SpOG,MRCOG,MM,MARS,Int.Aff.RANZCOG, mengutip video di Instagramnya, Kamis 27 Februari 2025.

Siklus menstruasi yang tidak selalu teratur pada wanita juga membuat sulit memprediksi kapan ovulasi terjadi, sehingga risiko kehamilan tetap ada meski frekuensi hubungan intim rendah.

Oleh karena itu, penggunaan kontrasepsi sangat dianjurkan bagi pasangan yang ingin menunda atau mencegah kehamilan, tidak peduli seberapa jarang hubungan intim dilakukan.

Ilustrasi alat kontrasepsi.

Photo :

  • Dokumentasi HonestDocs

Pemilihan metode kontrasepsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing individu.

Setiap metode kontrasepsi memiliki kelebihan dan efek samping yang berbeda, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk menentukan pilihan yang paling cocok. 

Misalnya, pasangan yang ingin menunda kehamilan dalam jangka panjang mungkin lebih cocok menggunakan kontrasepsi implan atau IUD, sedangkan yang membutuhkan perlindungan sementara bisa memilih pil KB atau kondom.

Jika metode yang dipilih dirasa kurang nyaman atau menimbulkan efek samping yang mengganggu, tidak ada salahnya untuk menggantinya dengan metode lain yang lebih sesuai.

Fleksibilitas dalam memilih dan mengganti kontrasepsi membantu pasangan merencanakan keluarga dengan lebih nyaman dan efektif.

"Ada banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kondisi dan kenyamanan masing-masing, seperti KB suntik, IUD, pil KB, kondom, implan, sampai pospi," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Pemilihan metode kontrasepsi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing individu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |