Miris, Peneliti BRIN Singgung DPR Pilih Jalan-jalan Saat Rakyat Protes

13 hours ago 3

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:02 WIB

Jakarta, VIVA - Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aisah Putri Budiatri, menilai aksi publik yang berlangsung pada 28 Agustus 2025, makin menegaskan kualitas anggota parlemen yang dianggap tak menunjukkan karakter sebagai negarawan dan representasi rakyat yang bertanggung jawab.

“Dari aksi publik kemarin (28 Agustus 2025) kita semakin melihat bagaimana kualitas anggota parlemen kita yang nampak tak memperlihatkan karakter sebagai negarawan dan representasi rakyat yang bertanggungjawab,” kata dia dikutip Sabtu, 30 Agustus 2025.

Dirinya mengakui memang ada beberapa pimpinan DPR RI yang sudah mengeluarkan pernyataan publik, termasuk permintaan maaf serta janji berbenah diri. Tapi, ia mengatakan langkah itu masih belum cukup.

“Catatan pertama dari saya, respon pimpinan DPR saya kira tidak cukup karena masih nampak normatif dan tidak jelas langkah nyata yang sedang dan akan dilakukan oleh DPR, terutama terkait dengan tuntutan publik yang sedang diusung saat ini,” kata dia.

Aisah pun menyoroti perilaku sebagian anggota DPR yang dinilai bertolak belakang dengan harapan masyarakat. Katanya, alih-alih menunjukkan empati dan responsif, justru ada sikap merendahkan publik.

“Catatan kedua, alih-alih responsif terhadap tuntutan rakyat dan empati terhadap kondisi rakyat, kebanyakan anggota DPR justru memperlihatkan sikapnya yang bertentangan dari yang diharapkan publik itu. Kita lihat anggota dewan mengeluarkan kata-kata yang justru tidak pantas dan merendahkan rakyat,” ujarnya.

Ia pun menyoroti sikap DPR di tengah aksi massa. Tak terlihat adanya upaya cepat tanggap dari anggota dewan membahas tuntutan masyarakat. Malah, lanjutnya, justru muncul kabar bahwa sebagian anggota DPR memilih untuk pergi ke luar negeri dengan agenda yang dinilai tidak mendesak.

“Di tengah aksi massa, tidak juga kita lihat ada anggota dewan yang membahas secara langsung secara cepat tanggap untuk membahas tuntutan rakyat, sebaliknya mereka justru menghindar datang dari gedung DPR. Bahkan, tersebar kabar jika anggota DPR akan melakukan kunjungan keluar negeri dengan sebagian agenda dilakukan mengandung unsur ‘jalan-jalan’ tanpa agenda penting. Miris sekali,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kekecewaan publik semakin diperparah dengan sikap DPR yang tidak mengambil tindakan serius terhadap perilaku tak pantas sejumlah anggotanya.

“Catatan ketiga, tidak ada langkah serius yang tanggap dari DPR atas anggotanya yang melakukan tindakan tak elok, tak etis dan bahkan, tak terpuji. Misalnya, DPR tidak melakukan sidang etik atas anggotanya yang ‘joget-joget’ di gedung parlemen saat sidang yang seharusnya sakral atau tidak ada sidang etik ketika anggotanya menyebut rakyat tolol,” kata Aisah.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir DPR makin memperlihatkan wajah asli yang jauh dari ekspektasi rakyat. Ia memperingatkan, bila tidak ada langkah nyata, kekecewaan masyarakat bisa berujung pada gelombang aksi yang lebih besar.

“Dalam beberapa waktu belakangan ini nampak jelas bagaimana DPR memperlihatkan wajah aslinya yang jauh dari harapan publik. Jika tidak ada perubahan dan langkah nyata dari institusi DPR dan anggota-anggotanya, maka saya kira kekecewaan akan semakin membuncah dan aksi akan semakin masif,” tutur Aisah.

Terakhir, ia menekankan pentingnya DPR segera berbenah dan mengambil langkah konkret agar tetap dipercaya sebagai representasi rakyat.

“Oleh karena itu, DPR harus memperlihatkan sikap serius dan sigap menghadapi publik dan merespon tuntutannya, agar masih dipandang sebagai representasi rakyat yang memang seharusnya,” kata dia lagi.

Halaman Selanjutnya

“Di tengah aksi massa, tidak juga kita lihat ada anggota dewan yang membahas secara langsung secara cepat tanggap untuk membahas tuntutan rakyat, sebaliknya mereka justru menghindar datang dari gedung DPR. Bahkan, tersebar kabar jika anggota DPR akan melakukan kunjungan keluar negeri dengan sebagian agenda dilakukan mengandung unsur ‘jalan-jalan’ tanpa agenda penting. Miris sekali,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |