Jakarta, VIVA – Saat melihat spesifikasi mobil, banyak orang langsung terpaku pada angka konsumsi bahan bakar minyak. Semakin besar angka kilometer per liter (km/l), kendaraan tersebut dianggap semakin irit BBM.
Namun kenyataannya tidak selalu sesederhana itu. Para ahli otomotif menilai angka konsumsi bahan bakar saja belum cukup untuk menggambarkan seberapa besar penghematan yang sebenarnya diperoleh pemilik kendaraan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama ini masyarakat lebih familiar dengan satuan km/l yang menunjukkan jarak yang dapat ditempuh kendaraan menggunakan satu liter bahan bakar. Semakin tinggi angkanya, semakin sedikit bahan bakar yang dibutuhkan untuk menempuh jarak tertentu.
Meski demikian, disadur VIVA Otomotif dari Slashgear, Selasa 9 Juni 2026, ada cara lain untuk melihat efisiensi penggunaan bahan bakar, yaitu dengan menghitung berapa liter bensin yang dibutuhkan untuk menempuh 100 kilometer perjalanan.
Metode ini dinilai lebih mudah dipahami karena langsung menunjukkan jumlah bahan bakar yang benar-benar dikonsumsi kendaraan. Sebagai contoh, mobil dengan konsumsi bahan bakar 10 km/l membutuhkan sekitar 10 liter bensin untuk menempuh jarak 100 kilometer. Sementara mobil dengan konsumsi 20 km/l hanya membutuhkan sekitar 5 liter untuk jarak yang sama.
Sekilas, mobil kedua terlihat dua kali lebih irit. Namun jika dilihat dari penghematan yang diperoleh, selisihnya hanya 5 liter untuk setiap 100 kilometer perjalanan. Perbedaannya akan terlihat lebih menarik jika dibandingkan dengan mobil yang memiliki konsumsi bahan bakar 5 km/l. Kendaraan tersebut membutuhkan sekitar 20 liter bensin untuk menempuh 100 kilometer.
![]()
Artinya, beralih dari mobil 5 km/l ke 10 km/l mampu menghemat sekitar 10 liter bahan bakar per 100 kilometer. Sementara peningkatan dari 10 km/l menjadi 20 km/l hanya menghasilkan tambahan penghematan sekitar 5 liter per 100 kilometer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Inilah alasan mengapa sebagian pakar otomotif lebih menyukai pengukuran konsumsi bahan bakar berdasarkan jumlah liter yang digunakan untuk menempuh jarak tertentu. Metode tersebut dianggap mampu memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai biaya operasional kendaraan.
Selain itu, konsumsi bahan bakar juga bukan satu-satunya faktor yang menentukan efisiensi kendaraan. Bobot mobil, desain aerodinamika, ukuran ban, kondisi lalu lintas, hingga gaya berkendara pengemudi turut memengaruhi jumlah bahan bakar yang terpakai.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, saat memilih kendaraan, konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada angka km/l yang tercantum dalam brosur. Memahami berapa banyak bahan bakar yang benar-benar digunakan dalam perjalanan sehari-hari dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai biaya penggunaan kendaraan dalam jangka panjang.

3 hours ago
1















