Purbaya Bakal Guyur Pasar Obligasi Rp 2 Triliun per Hari, Tujuannya Bikin Rupiah Stabil

6 days ago 8

Senin, 18 Mei 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa memastikan berbagai langkah terus diambil untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah termasuk dengan terlibat lebih aktif di dalam pasar obligasi.

"Kita sudah masuk ke bond market bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi rupiah dan dolar

"Saya akan masuk setiap hari ke bond market," kata Menkeu menambahkan.

Rencananya pemerintah akan menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan menggunakan anggaran yang tersedia.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait jumlah dana yang akan masuk, Purbaya menyebut dirinya meminta Rp2 triliun setiap harinya masuk ke pasar obligasi.

"Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya cash management saja. Jadi tidak masalah," jelas Purbaya.

Dia menyebut perputaran uang di pasar obligasi diproyeksikan dapat mendorong sentimen positif di pasar obligasi. Dengan sentimen positif, jelasnya, biasanya asing juga akan turut masuk ke pasar.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya pada Selasa pekan lalu (12/5) menyebut siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Mata uang Dolar AS

Photo :

  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menahan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang berlebihan dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar.

Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan hari ini melemah jadi Rp17.668 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.597 per dolar AS. (Ant)

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Rupiah Ditutup Makin Anjlok ke Rp 17.668 Per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Nilai tukar rupiah di penutupan perdagangan hari ini, Senin, 18 Mei 2026, kembali melemah ke level Rp 17.668 per dolar AS dari posisi sebelumnya di Rp 17.597 per dolar AS

img_title

VIVA.co.id

18 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |