5 Pemain Timnas Indonesia yang Pernah Tersandung Kasus Indispiliner

1 day ago 2

Jumat, 24 April 2026 - 09:00 WIB

VIVA – Sepak bola Indonesia kembali jadi sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada aksi tak terpuji pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto.

Insiden itu terjadi saat menghadapi Dewa United U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu 19 April 2026. Dalam situasi panas di lapangan, Fadly melakukan tendangan dari belakang ke arah Raka Nurkholis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi tersebut langsung viral di media sosial dan menuai kritik dari pecinta sepak bola nasional. Sorotan makin tajam karena Fadly bukan pemain sembarangan. Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia kelompok umur, bahkan tampil di Piala Dunia U-17 2023.

Imbas kejadian ini cukup serius. Fadly terancam sanksi berat dan dipastikan dicoret dari skuad Timnas Indonesia U-19 yang akan tampil di Piala AFF U-29 2026, sebagaimana disampaikan pelatih Nova Arianto.

Kasus ini bukan yang pertama. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pemain berlabel Timnas Indonesia juga pernah tersandung masalah indisipliner hingga berujung pencoretan.

1. Okto Maniani
Pemain asal Papua ini pernah dicoret dari Timnas Indonesia pada 2013 saat era pelatih Luis Manuel Blanco. Okto tidak mengikuti sesi latihan selama beberapa hari tanpa izin, yang membuat pelatih mengambil keputusan tegas.

2. Diego Michiels
Nama Diego Michiels sempat jadi andalan di Timnas Indonesia U-23, terutama di SEA Games 2011 dan 2013. Namun, kariernya sempat terganggu setelah terlibat kasus pengeroyokan menjelang Piala AFF 2012. Ia divonis tiga bulan 20 hari penjara atas kasus tersebut.

3. Nurhidayat Haji Haris
Bek yang sempat digadang-gadang sebagai masa depan lini belakang Timnas ini juga pernah dicoret oleh Shin Tae-yong saat persiapan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Ia dipulangkan dari Dubai karena tindakan indisipliner.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Zulham Zamrun
Zulham Zamrun dicoret dari Timnas Indonesia U-23 oleh pelatih Rahmad Darmawan jelang SEA Games 2011. Belakangan, Zulham mengakui pencoretan itu terjadi karena sikapnya sendiri.

5. Serdy Ephy Fano
Kasus indisipliner juga menimpa Serdy pada 2020. Ia dicoret oleh Shin Tae-yong dari Timnas U-19 karena terlambat bangun saat pemusatan latihan di Jakarta. Ia bahkan diketahui melakukan pelanggaran bersama rekannya satu kamar.

Halaman Selanjutnya

Kasus Fadly Alberto kini menambah daftar panjang persoalan disiplin di sepak bola Indonesia. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pemain tak hanya diukur dari kemampuan di lapangan, tetapi juga sikap dan profesionalisme. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |