Seskab Teddy Ungkap Fenomena Inflasi Pengamat: Tidak Sesuai Fakta, Datanya Keliru

5 hours ago 2

Jumat, 10 April 2026 - 21:22 WIB

VIVA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyinggung fenomena yang disebutnya "inflasi pengamat", dimana banyaknya pihak yang memberikan analisis di berbagai bidang tanpa didukung latar belakang dan data yang sesuai fakta.

"Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Teddy, terdapat sejumlah pengamat yang menyampaikan data keliru dan tidak sesuai kondisi sebenarnya. Fenomena tersebut, kata dia, telah berlangsung sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden, dengan tujuan memengaruhi opini publik.

"Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden," ujarnya

Teddy menyebut kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tingkat kepercayaan masyarakat. Dia menyampaikan bahwa lebih dari 96 juta warga menunjukkan kepercayaan kepada Presiden Prabowo.

Berdasarkan penetapan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024 adalah sebanyak 96.214.691 orang.

"Faktanya, lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo. Tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut Teddy menegaskan perbedaan pandangan dan kritik tetap diperbolehkan, namun dia mengingatkan untuk tidak menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

Seskab menyatakan kondisi nasional saat ini berada dalam keadaan stabil dan terkendali. Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pihak untuk menjaga harapan yang baik terhadap kondisi negara. "Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Nah, secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan, sesegera mungkin," pungkasnya. (ant)

Presiden Prabowo Subianto

Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp370 T, Prabowo: Setara Hampir 10% APBN

Presiden Prabowo Subianto menilai, aset yang diselamatkan oleh Satgas PKH itu berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, setara hampir 10 persen APBN.

img_title

VIVA.co.id

10 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |