Jakarta, VIVA – Penanganan kasus kecelakaan maut Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur terus bergulir. Polda Metro Jaya memastikan proses hukum kini telah naik ke tahap penyidikan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan, kasua tersebut saat ini ditangani oleh Subdirektorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Terkait tentang update kasus kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, ini ditangani dalam proses penyelidikan dan penyidikan, ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Dan ini sudah naik tingkat penyidikan, tahap penyidikan,” ujar Budi, Kamis, 30 April 2026.
Dalam proses penyidikan tersebut, polisi telah melakukan berbagai langkah untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan belasan orang itu.
“Ini sudah dilakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, serta pendalaman CCTV,” katanya.
Sejauh ini, penyidik masih terus mendalami rangkaian peristiwa, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun faktor lain yang memicu kecelakaan maut tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pengusutan kecelakaan maut Kereta Rel Listrik (KRL) dengan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus berlanjut.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kini mengandalkan teknologi canggih untuk membongkar kronologi insiden yang menewaskan 16 orang tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), Korlantas Polri menggunakan metode Traffic Accidents Analysis (TAA) guna mendapatkan data yang akurat terkait rangkaian peristiwa. Polisi mengungkapkan bahwa insiden berawal dari kecelakaan antara KRL dengan taksi listrik di perlintasan sebidang Jalan Ampera.
”Kecelakaan itu diakibatkan korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik. Dimana tepat permasalahan itu terjadi di perlintasan Ampera,” kata Kepala Seksi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Komisaris Polisi Sandhi Wiedyanoe, Rabu, 29 April 2026.
Geger! Sopir Green SM Di Balik Kecelakaan Maut KRL Vs KA Argo Bromo Baru Kerja 2 Hari
Fakta baru terungkap dalam penyelidikan kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Sopir taksi listrik Green SM ternyata baru 2 hari kerja.
VIVA.co.id
30 April 2026

3 hours ago
1



























