Jakarta, VIVA – Pengacara ternama Hotman Paris kembali menjadi sorotan publik setelah mengungkap adanya komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbud periode 2019–2022. Kasus yang juga menyeret nama Nadiem Makarim itu belakangan kembali ramai dibicarakan di media sosial.
Melalui video yang diunggah di akun pribadinya, Hotman Paris mengaku menerima sambungan telepon dari Presiden Prabowo pada 19 Mei 2026. Dalam percakapan tersebut, kepala negara disebut ingin mendapatkan pandangan hukum dari Hotman terkait posisi Nadiem dalam perkara yang sedang bergulir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Hotman, Presiden Prabowo ingin memastikan proses hukum berjalan secara adil dan objektif. Meski demikian, ia menegaskan tidak dapat membocorkan seluruh isi pembicaraan karena bersifat pribadi dan menyangkut proses hukum yang sensitif.
"Dia mau mencari keadilan, dia ingin keadilan tercipta. Dia menanyakan, Pak Presiden menanyakan 'Bagaimana tanggapan Pak Hotman tentang kasus Nadiem apa dia bersalah atau tidak?'," kata Hotman Paris, dikutip dari video di Instagramnya, Jumat 22 Mei 2026.
Hotman menjelaskan dirinya memang sempat terlibat dalam penanganan perkara tersebut pada tahap awal. Ia mengaku telah mempelajari berbagai bukti dan dokumen sebelum akhirnya menyampaikan pandangannya langsung kepada Presiden.
"Tentu saya sudah memberikan uraian pendapat saya kepada Bapak Prabowo karena saya ikut dalam kasus itu pada awal pertama kali saya yang menganalisa bukti semuanya. Namun, di medsos ini saya tidak bisa membocorkan apa yang saya kasih tahu ke bapak presiden," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kesempatan itu, Hotman juga menyinggung nama Ibrahim Arief alias Ibam, mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek yang disebut pernah menjadi salah satu orang dekat Nadiem Makarim. Ibam diketahui telah terseret dalam perkara yang sama dan disebut sudah mendapatkan vonis dari pengadilan.
"Tapi ada satu hal yang saya ingatkan kepada presiden, itu rahasia saya. Namun, ada satu hal yang saya ingatkan kepada presiden saya bilang begini salah satu asisten dari Nadiem yaitu Ibam telah divonis bersalah tentu vonisnya itu mungkin besar dikaitkan bekerja sama dengan siapa, kalau majelis itu sudah memvonis asistennya kemungkinan besar dia terikat besar pada putusannya maka bosnya pun akan divonis," jelas Hotman.
Halaman Selanjutnya
Pernyataan tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari publik. Sebagian menilai keterlibatan Presiden dalam mencari sudut pandang hukum menunjukkan perhatian serius terhadap kasus yang menjadi sorotan nasional itu.

6 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


