Jakarta, VIVA – Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie menilai visi besar yang menjadi jawaban atas kegelisahan bangsa adalah reindustrialisasi nasional. Ia menyuarakan pentingnya membangun kembali ekosistem industri Indonesia yang dinilainya tengah mengalami deindustrialisasi dini.
"Di tahun 1990-an kontribusi sektor industri terhadap PDB kita menyentuh angka 20 persen, tetapi sekarang kita ada di bawah 20 persen, bahkan 17 persen, yang berarti kita mengalami degradasi terhadap penurunan industri, dan inilah yang disebut deindustrialisasi," ujar Ilham dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 22 Mei 2026.
Ia mengatakan hilirisasi yang selama ini digaungkan pemerintah belum cukup. Sebab, mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi hanyalah langkah awal.
Ia menilai Indonesia membutuhkan reindustrialisasi yang komprehensif. Namun, ia menekankan bahwa reindustrialisasi bukan pengulangan dari industrialisasi masa lalu yang kerap merusak lingkungan dan mengeksploitasi manusia.
"Akan tetapi, reindustrialisasi ke depan mesti lebih selaras dengan abad ke-21. Misalnya, industri sirkular, berkelanjutan, regeneratif, dan human centric atau mengedepankan pendekatan pada manusia sebagai pusatnya," tegas Ilham.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Konsep reindustrialisasi yang diusung Ilham bertujuan untuk memastikan perkembangan industri dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik, menyerap tenaga kerja lokal, dan menciptakan peningkatan ekonomi yang signifikan.
Dalam pandangannya, insinyur merupakan ujung tombak dalam merancang pembangunan infrastruktur, transformasi energi, digitalisasi, manufaktur, hingga penguatan industri pertahanan dan pangan nasional.
"Sebagai insinyur, jika orang bertanya kepada saya apa yang terpenting yang dapat dilakukan oleh Indonesia? Re-industrialisasi jawabannya," katanya.
Di sisi lain, PII secara aktif memfasilitasi peran insinyur dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan inovasi teknologi.
Ilham melihat Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai laboratorium hidup bagi pembangunan perkotaan modern dan cetak biru reindustrialisasi nasional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IKN adalah laboratorium bagi pembangunan di tempat-tempat lainnya ke depan. Peran insinyur sangat penting sebagai aktor utama pembangunan di era reindustrialisasi dan digitalisasi," ungkapnya.
Dalam pandangannya, insinyur memiliki tanggung jawab strategis yang melampaui solusi teknis semata.
"Jika ilmuwan mencari kebenaran, maka insinyur mencari solusi. Karena itu, PII terus mendorong inovasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas insinyur agar mampu berkontribusi nyata bagi masa depan Indonesia," ujar Ilham.
Purbaya Tegaskan Optimisme Ekonomi Pemerintah Didasarkan Perhitungan Terukur
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, optimisme pemerintah soal fundamental perekonomian nasional berdasarkan perhitungan dan langkah kebijakan yang terukur.
VIVA.co.id
22 Mei 2026

6 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


