Keluarga Siapkan Hewan Kurban Atas Nama Vidi Aldiano Buat Idul Adha

2 hours ago 2

Senin, 25 Mei 2026 - 17:32 WIB

Jakarta, VIVA – Suasana menjelang Hari Raya Idul Adha tahun ini terasa berbeda bagi keluarga mendiang Vidi Aldiano. Setelah kepergian sang musisi pada Maret 2026, keluarga kini berupaya tetap melanjutkan tradisi berbagi melalui ibadah kurban sebagai bentuk penghormatan sekaligus mengenang sosoknya.

Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, mengungkapkan bahwa keluarga telah mempersiapkan pelaksanaan kurban yang nantinya akan diniatkan atas nama putranya. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen keluarga untuk terus menjalankan kegiatan sosial yang selama ini identik dengan sosok Vidi semasa hidup. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Harry Kiss, pelaksanaan kurban bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Karena itu, ia ingin ibadah tersebut tetap berjalan dengan penuh makna dan mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.

"Berarti yang kurban itu atas nama beliau lau. Saya bilang, 'Saya yang bayar atas namanya dia (Vidi Aldiano) ini, boleh kan?' 'Boleh, atas nama Vidi boleh sekali'. 'Ya sudah nanti atas nama Vidi'," kata Harry Kiss saat ditemui di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, Senin 25 Mei 2026.

Harry Kiss juga menyebut proses pembayaran hewan kurban untuk Masjid Nurul Hidayah sebenarnya telah dilakukan. Namun, hingga kini pihak keluarga masih belum memastikan nama yang akan dicantumkan secara resmi dalam pelaksanaan kurban tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Harry Kiss turut menjelaskan pilihan keluarganya terkait jenis hewan kurban. Ia mengaku sejak lama lebih nyaman berkurban kambing secara pribadi dibandingkan mengikuti sistem patungan sapi bersama beberapa orang lain.

"Kita kurban dari dulu kambing," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Harry Kiss, tradisi kurban memiliki nilai kebersamaan yang jauh lebih penting daripada sekadar simbol ibadah. Karena itu, keluarga memiliki gagasan tersendiri untuk mengemas pembagian daging kurban agar lebih terasa manfaatnya bagi masyarakat luas.

Ia mengaku lebih menyukai konsep pesta rakyat dibandingkan pembagian daging secara terbatas dari rumah ke rumah. Dengan konsep tersebut, masyarakat bisa menikmati santapan bersama dalam suasana yang lebih hangat dan meriah.

Halaman Selanjutnya

"Kami itu lebih senang menyelenggarakan yang kayak pesta rakyat, nyate bareng kurban. Ya kan kalau kurban paling-paling satu potong kambing jadi berapa? 30 kan? Kalau kita bikin acara, 5.000," jelas Harry Kiss.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |