Timnas Indonesia Ketiban Untung, Thailand Dihantam Masalah Besar Jelang Piala AFF 2026

1 hour ago 1

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:29 WIB

VIVA – Persaingan menuju gelar juara Piala AFF 2026 dipastikan berlangsung sengit. Namun, di tengah persiapan menuju turnamen paling bergengsi di Asia Tenggara itu, Timnas Thailand justru menghadapi persoalan yang tidak ringan.

Pelatih Thailand, Anthony Hudson, mengakui bahwa proses penyusunan skuad untuk Piala AFF 2026 berjalan lebih rumit dibanding agenda internasional lainnya. Penyebab utamanya adalah jadwal turnamen yang tidak masuk kalender resmi FIFA sehingga klub memiliki hak untuk menahan pemain mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi tersebut membuat Thailand belum bisa memastikan akan diperkuat seluruh pemain terbaiknya ketika turnamen dimulai pada 24 Juli mendatang. Kondisi itu tentu menjadi perhatian negara-negara pesaing, termasuk Timnas Indonesia yang berada di antara kandidat kuat juara.

Hudson menjelaskan bahwa tim pelatih kini masih melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah klub demi memastikan ketersediaan pemain. Ia menilai proses seleksi kali ini menjadi salah satu tantangan terbesar sejak menangani tim berjuluk Gajah Perang tersebut.

Pelatih Timnas Thailand Anthony Hudson

"Ini waktu yang cukup sulit untuk memilih pemain karena turnamen tidak pada Hari FIFA dan banyak orang harus melayani klub selama pra-musim. Mereka akan mencoba memilih pemain yang paling siap dan diizinkan oleh klub untuk bersaing dalam daftar," ujar Hudson dikutip dari media Thailand, Ball Thai Stand.

Thailand dijadwalkan memulai pemusatan latihan pada pertengahan Juli. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai komposisi final skuad yang akan dibawa ke Piala AFF 2026.

"Awalnya, kami berencana untuk hari pelatihan pertama pada 14 Juli 2026. Selama waktu ini, kami akan berbicara dengan klub untuk mencari pemain. Dengan sebagian besar pemain memanggil pemain bintang ke inti dan akan ada beberapa pemain berpengalaman yang tersisa di beberapa posisi. Kami akan mencoba untuk menggabungkan para pemain ini se fit sebanyak mungkin. Dan tujuan utamanya adalah memberikan kesempatan kepada atlet muda," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, Hudson menegaskan target Thailand tetap tinggi. Ia ingin anak asuhnya melangkah sejauh mungkin tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada para pemain.

"Turnamen ini terutama melihat satu pertandingan pada satu waktu, tetapi dengan tujuan yang sama adalah melangkah sejauh mungkin. Kami tidak akan menekan para atlet dan membuat semua orang mencoba untuk mendapatkan bentuk terbaik mereka," katanya.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, pelatih asal Selandia Baru itu menyadari bahwa negara-negara pesaing juga sedang mempersiapkan kekuatan terbaik mereka. Oleh karena itu, Thailand memilih fokus membenahi kondisi internal tim dibanding memikirkan kekuatan lawan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |