Pacu Ekspansi Bisnis, Bipang Ambawang Perluas Jangkauan Pasar Kuliner Khas Dayak

3 hours ago 1

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:55 WIB

Jakarta, VIVA – Jelang hari jadinya keenam pada 3 November 2026, Bipang Ambawang terus memperluas jangkauan pasar dengan membuka outlet kelima di Green Lake City yang dijadwalkan beroperasi pada 31 Juli 2026.

Founder Bipang Ambawang, Juniarto mengatakan, langkah ekspansi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kuliner khas Dayak Kalimantan Barat, kepada masyarakat yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan, sejak awal restorannya tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha kuliner, tetapi juga membawa misi mengenalkan kekayaan kuliner Dayak kepada masyarakat Indonesia.

"Sejak awal saya ingin kuliner Dayak tidak hanya dikenal oleh masyarakat Dayak sendiri, tetapi juga bisa dinikmati semua kalangan. Kami percaya makanan tradisional memiliki potensi untuk diterima lebih luas tanpa kehilangan identitas budayanya," kata Juniarto dalam keterangannya, Kamis, 16 Juli 2026.

Sejumlah peserta dari Dewan Adat Dayak (DAD) Ketapang melakukan persiapan penyambutan tamu saat pembukaan pentas seni budaya Dayak di Pendopo Bupati Ketapang, Kalimantan Barat

Photo :

  • ANTARA FOTO/Heribertus Suciadi

Menurutnya, penerimaan masyarakat terhadap sejumlah menu khas Dayak menunjukkan bahwa kuliner daerah memiliki peluang berkembang di pasar nasional. Salah satu menu yang kini menjadi favorit pelanggan adalah Daukng Manggala Tutuk, hidangan pendamping khas Dayak yang sebelumnya relatif belum dikenal di luar Kalimantan.

Saat ini, Bipang Ambawang telah hadir di Ambawang, Pontianak, East Coast Pantai Indah Kapuk, I.D.D Pantai Indah Kapuk 2, Hampton Square Gading Serpong, serta akan segera membuka outlet di Green Lake City.

Selain memperluas jaringan restoran, Bipang Ambawang juga mengangkat unsur budaya Dayak melalui konsep restorannya. Sejumlah outlet mengusung konsep Heritage dengan nuansa budaya Dayak, sementara outlet lainnya menggunakan konsep Signature yang lebih modern.

Perusahaan juga melibatkan sumber daya manusia dari komunitas Dayak dalam operasional restoran. Saat ini, sekitar 70 persen karyawan Bipang Ambawang merupakan putra-putri Dayak yang mendapatkan pelatihan mengenai pelayanan, kebersihan, dan standar operasional restoran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Juniarto, langkah tersebut dilakukan agar pengenalan budaya Dayak tidak hanya melalui makanan, tetapi juga melalui kualitas pelayanan.

"Kami ingin masyarakat mengenal budaya Dayak bukan hanya dari kulinernya, tetapi juga melalui keramahan dan profesionalisme orang-orang yang bekerja di dalamnya," ujarnya.

Green and Smart Port - ASRI 2026.

Terapkan Green and Smart Port, Pupuk Kaltim Dorong Eisiensi Operasional hingga Digitalisasi Bisnis

Pengembangan pelabuhan di Terminal Khusus Pupuk Kaltim telah mengacu pada konsep Green Port sejak 2018, dengan berbagai langkah strategis untuk mendukung transisi energi.

img_title

VIVA.co.id

16 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |