Kerikil Hubungan Rusia dan Jepang di Kepulauan Kuril

3 hours ago 1

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:15 WIB

VIVA - Terdapat kerikil yang mengganggu hubungan Rusia dan Jepang. Gangguan tersebut adalah Kepulauan Kuril, bukan sekadar gugusan pulau yang diperebutkan Rusia dan Jepang, tetapi juga wilayah bernilai strategis serta ekonomi.

Akses terhadap perikanan yang kaya dan cadangan mineral membuat status kawasan ini tetap penting bagi kedua negara. Nilai tersebut kembali menjadi sorotan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengunjungi Pulau Etorofu, salah satu wilayah yang diklaim Jepang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Jepang melalui Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan kunjungan itu tidak dapat diterima. Televisi Jepang menayangkan Putin berada di Etorofu, yang disebut Iturup oleh Rusia. Ia mengunjungi rumah sakit, bertemu warga setempat, serta mencicipi kaviar di sebuah pabrik pengolahan.

Setelah agenda di Etorofu, Vladimir Putin melanjutkan perjalanan ke Pulau Sakhalin. Pulau itu berada tidak jauh dari kawasan yang menjadi sengketa antara Moskow dan Tokyo.

Di Sakhalin, Putin meninjau latihan militer angkatan laut Rusia. Ia juga menyatakan bahwa empat pulau yang disengketakan telah diakui sebagai wilayah Rusia dalam sejumlah dokumen internasional.

Kunjungan tersebut disebut sebagai kunjungan pertama Vladimir Putin ke kepulauan sengketa itu. Dmitry Medvedev sebelumnya pernah mengunjungi Kunashiri pada 2010 saat masih menjabat Presiden Rusia.

Jepang menggunakan sebutan Wilayah Utara atau Northern Territories untuk gugusan pulau tersebut. Rusia menyebut wilayah yang sama sebagai Kuril Selatan.

Empat wilayah utama yang diperselisihkan adalah Etorofu, Kunashiri, Shikotan, dan kelompok pulau kecil Habomai. Jepang menyatakan seluruh pulau itu merupakan bagian dari wilayahnya berdasarkan sejarah dan hukum internasional.

Rusia menguasai kawasan itu sejak Uni Soviet mengambil alihnya pada akhir Perang Dunia II. Negeri Beruang Merah itu menyatakan perang terhadap Jepang pada Agustus 1945, ketika Tokyo sedang bersiap menyerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sengketa Kepulauan Kuril telah menjadi penghalang utama bagi perjanjian perdamaian resmi Rusia dan Jepang setelah Perang Dunia II. Kedua negara sempat membicarakan kemungkinan kesepakatan di masa depan, tetapi pembicaraan itu tidak menghasilkan penyelesaian.

Pada masa pemerintahan Shinzo Abe, Jepang dan Rusia pernah berupaya memperbaiki hubungan melalui pembahasan sengketa wilayah. Hubungan kedua negara kemudian memburuk setelah Jepang menjatuhkan sanksi kepada individu dan entitas yang terkait dengan Moskow menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Halaman Selanjutnya

Situasi itu mempersempit ruang dialog mengenai status pulau-pulau yang disengketakan. Vladimir Putin mengakui adanya usaha Abe untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia, tetapi menolak pandangan Jepang bahwa Rusia merupakan ancaman.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |