Akademisi Dorong Penanganan Satwa saat Bencana Ditangani Pusat

37 minutes ago 1

Senin, 14 September 2026 - 10:53 WIB

Jakarta, VIVA – Penanganan satwa ketika terjadi bencana besar seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dinilai perlu memiliki komando yang lebih jelas dari pemerintah pusat. Hal tersebut harus menjadi perhatian.

Guru Besar Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai luasnya dampak karhutla membuat perlindungan satwa tidak dapat hanya bergantung pada kemampuan masing-masing pemerintah daerah. Perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap kondisi satwa di tengah karhutla menurut Trubus menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat mekanisme penanganan pusat itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah pusat, kata dia, perlu memiliki mekanisme penyelamatan, termasuk kemampuan memindahkan satwa menuju lokasi yang lebih aman ketika habitatnya terancam. Namun, ia berharap perhatian itu tidak berhenti pada kunjungan lapangan.

“Kita berharap Gibran bisa ambil satu langkah lebih lanjut terhadap penanganan yang lebih komprehensif soal lingkungan dan satwa,” kata Trubus, dikutip dari keterangannya.

Menurutnya, mekanisme khusus dalam kondisi force majeure masih perlu diperkuat. “Soal satwa pada umumnya memang ada, tapi yang namanya bencana atau karhutla kan  tidak direncanakan, jadi harus dihadapi dengan serius kondisi force majeure ini, perlu diperkuat dan belum ada,” ujarnya.

Trubus mengatakan kebutuhan tersebut juga tidak hanya relevan untuk menghadapi kebakaran hutan. Berbagai bencana dan perubahan kondisi lingkungan dapat menempatkan satwa dalam posisi yang sama-sama rentan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang namanya bencana tidak hanya karhutla, misal isu lingkungan atau perubahan iklim di darat laut udara, gunung meletus, intinya hewan dan satwa itu harus lebih dahulu ditangani dan diselamatkan,” katanya.

Karena itu, ia berharap momentum perhatian Wapres dapat digunakan untuk memperjelas standar penanganan satwa dalam berbagai situasi bencana.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo

Kejar Swasembada dalam 4 Tahun, Pemerintah Bangun Pusat Pengembangan Benih Kedelai

Hashim mendukung sinergi antara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan PT Karya Unggulan Anak Bangsa (KUAB), guna mendukung pengembangan kedelai nasional.

img_title

VIVA.co.id

13 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |