Jakarta, VIVA – Transformasi digital terus dilakukan perusahaan di Indonesia dengan mengadopsi berbagai teknologi, mulai dari artificial intelligence (AI), cloud computing, cybersecurity, hingga sistem pengelolaan teknologi informasi (IT). Namun, semakin banyak teknologi yang digunakan, muncul tantangan baru dalam mengelola berbagai sistem tersebut.
Teknologi kini tidak lagi hanya menjadi urusan departemen IT. Investasi di bidang ini sudah menjadi bagian dari strategi bisnis karena dapat memengaruhi produktivitas, biaya operasional, keamanan, hingga kemampuan perusahaan bersaing.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Masalahnya, kebutuhan yang semakin beragam membuat perusahaan menggunakan lebih banyak solusi teknologi. Satu platform digunakan untuk keamanan, sementara sistem lain menangani perangkat, monitoring jaringan, dan layanan IT.
Penggunaan berbagai platform memang dapat memenuhi kebutuhan yang berbeda. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, terlalu banyak sistem justru bisa membuat operasional menjadi semakin kompleks.
Perusahaan harus mengelola berbagai lisensi, melakukan integrasi antarplatform, memberikan pelatihan, serta memastikan setiap sistem berjalan dengan baik. Biaya yang muncul juga tidak hanya berasal dari harga perangkat lunak, tetapi mencakup penerapan, pemeliharaan, dan sumber daya yang dibutuhkan.
Bukan Sekadar Menambah Teknologi
Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu mengubah cara melihat investasi teknologi. Pertanyaannya bukan hanya teknologi apa yang perlu ditambahkan, tetapi apakah investasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi bisnis.
Evaluasi perlu melihat dampaknya terhadap produktivitas, keamanan, kualitas layanan, efisiensi operasional, hingga pengambilan keputusan. Perusahaan juga perlu memperhitungkan biaya integrasi dan pemeliharaan sebelum memutuskan menggunakan solusi baru.
Salah satu pendekatan yang dapat dipertimbangkan adalah technology consolidation. Perusahaan mengevaluasi berbagai solusi yang digunakan dan mempertimbangkan penggabungan sejumlah fungsi teknologi yang memiliki kemampuan saling melengkapi.
Misalnya, IT service management, endpoint management, monitoring, dan security dapat dikelola dalam ekosistem yang lebih terintegrasi. Tujuannya bukan sekadar mengurangi jumlah tools, melainkan menyederhanakan pengelolaan dan menghindari fungsi yang tumpang tindih.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Teknologi Harus Memberi Dampak
Perkembangan AI, cloud computing, dan teknologi digital lainnya membuat investasi teknologi perusahaan diperkirakan terus meningkat. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan investasi tersebut tidak diikuti kompleksitas yang justru menghambat operasional.
Halaman Selanjutnya
Pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital bukan ditentukan dari seberapa banyak teknologi yang digunakan. Yang lebih penting adalah seberapa efektif teknologi tersebut membantu perusahaan bekerja lebih produktif, aman, efisien, dan menciptakan nilai bagi bisnis.

17 hours ago
93














