Pelayan Klub Sebut Betrand Peto Gak Lakukan Kekerasan, ANW Terluka gegara Jatuh

1 hour ago 1

Senin, 14 September 2026 - 10:25 WIB

VIVA – Kasus yang menyeret nama Betrand Peto masih menjadi perhatian setelah beredar berbagai narasi di media sosial mengenai dugaan kekerasan seksual yang disebut terjadi di sebuah klub malam. Di tengah informasi yang simpang siur, kesaksian sejumlah pelayan atau server yang berada di lokasi turut memberikan gambaran berbeda mengenai kejadian malam tersebut.

Salah satu keterangan yang mencuat berkaitan dengan luka fisik yang dialami ANW. Sebelumnya, foto-foto yang memperlihatkan sejumlah bagian tubuh perempuan tersebut dalam kondisi lebam hingga mengalami luka pada telinga beredar luas di media sosial dan memicu beragam spekulasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, berdasarkan kesaksian seorang server laki-laki yang bertugas di klub tersebut, sebagian luka atau memar yang terlihat pada tubuh ANW disebut terjadi ketika proses pengeluaran dirinya dari ruangan. Menurut keterangannya, ANW sempat melakukan perlawanan saat hendak dibawa keluar sehingga tubuhnya diduga terbentur benda di sekitar lokasi dan kemudian terjatuh.

"Sebenarnya untuk luka yang biru-biru (lebam), karena dia sempat jatuh juga pas dia keluar dari room," ujar server laki-laki tersebut, mengutip tayangan YouTube HAS Channel, Senin 14 September 2026,

Ia kemudian menjelaskan bahwa kondisi saat itu cukup sulit karena dirinya berusaha memisahkan pihak-pihak yang terlibat dalam keributan. Dalam proses tersebut, ANW disebut masih melakukan perlawanan sehingga terdapat kemungkinan tubuhnya mengenai meja atau benda lain.

"Saya misahin, dia masih berontak. Mungkin ada hal-hal yang membuatnya kena meja atau segala macam. Terus dia di pas keluar juga jatuh, karena saya keluarin dia masih berontak-berontak," jelasnya.

Sebelum keributan terjadi, situasi di dalam ruangan privat disebut berlangsung seperti aktivitas pengunjung klub pada umumnya. Tiga perempuan datang ke room untuk bernyanyi dan menikmati minuman bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi kemudian berubah ketika salah satu perempuan terlihat menangis. Saat itu, seorang petugas sempat meninggalkan ruangan untuk menjalankan tugasnya di area lounge. Ketika kembali, ia mendapati salah satu tamu perempuan masih dalam kondisi emosional dan menangis tanpa menjelaskan secara terperinci penyebabnya.

Reaksi salah satu rekannya kemudian membuat suasana semakin memanas. Berdasarkan keterangan server perempuan, terjadi adu emosi yang berkembang menjadi kontak fisik antarpengunjung perempuan. Petugas klub akhirnya turun tangan untuk menghentikan keributan dan membawa salah satu pihak keluar dari room.

Halaman Selanjutnya

"Dia (tamu perempuan) tetap nangis, cuman habis itu temannya kayak enggak terima kalau temannya nangis," ujar seorang server perempuan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |