VIVA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, memicu tanah longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Minggu, 13 September 2026. Bencana tersebut menyebabkan seorang anak berusia sembilan tahun meninggal dunia dan 13 warga lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Nazila. Jenazahnya telah dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Kampung Paya Reje.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, 13 warga yang mengalami luka-luka mendapat perawatan di RSUD Datu Beru. Mereka terdiri dari Rosita (61), Nurjanah (51), Halimatus Sakdiyah (43), Anisa (7), Aliyah (74), dan Sapri (32) yang merupakan warga Kampung Sanehen.
Tujuh korban lainnya yakni Sulis (39), Yuhana (39), Naumi (5), Sahri (27), Juraini (25), Raimah (55), dan Ruhdi (39). Mereka tercatat sebagai warga Paya Reje, Blang Gele, Genuren Bintang, serta Paya Kolak Belang Jorong.
Juru Bicara Pemkab Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan longsor terjadi ketika keluarga besar tengah berkumpul di rumah Aliyah, warga Kampung Sanehen. Pertemuan tersebut merupakan acara arisan keluarga yang turut dihadiri kerabat dari Kampung Paya Reje dan Kampung Bintang.
"Korban meninggal dunia akibat tanah longsor sudah dibawa ke rumah duka di Kampung Paya Reje dan 13 warga luka-luka dirawat di Rumah Sakit RSUD Datu Beru," kata Mustafa Kamal di Banda Aceh, Senin 14 September 2026.
Hujan deras tidak hanya menyebabkan longsor di permukiman warga. Material tanah juga menutup ruas Jalan Takengon-Bintang, tepatnya di kawasan Pagar Merah.
Akses jalan tersebut sempat terganggu karena badan jalan tertutup material longsor. Namun, proses pembersihan dilakukan hingga jalur kembali bisa dilewati sekitar pukul 20.00 WIB.
Longsor juga terjadi di ruas Jalan Pepalang-Berawang Gading, sekitar Kampung Kuyun. Material longsor menutup badan jalan dan menyebabkan jembatan Armco mengalami kerusakan sehingga akses di kawasan tersebut sempat lumpuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Longsoran sudah dapat dibersihkan namun jembatan belum dapat dilakukan perbaikan malam ini. Saat ini sedang diupayakan jembatan darurat," ujar Mustafa.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, bencana tersebut juga menyebabkan empat rumah warga mengalami kerusakan. Penanganan di sejumlah titik masih dilakukan untuk memastikan akses masyarakat kembali normal dan kondisi pascabencana dapat ditangani. (ANT)
Banjir Banda Nepal, 900 Wisatawan Asing Masih Hilang
Data Dewan Pariwisata Nepal menunjukkan 644 wisatawan asing dan lokal masih hilang di wilayah perbatasan Nepal. Dari jumlah tersebut, 178 orang merupakan warga India
VIVA.co.id
28 Agustus 2026

1 hour ago
1













