AI Tak Cukup, Masa Depan Dunia Kerja Tetap Bergantung pada Manusia

2 hours ago 1

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kehadiran kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) memang mulai mengubah cara perusahaan bekerja. Berbagai tugas kini bisa diselesaikan lebih cepat dengan bantuan teknologi, namun kemampuan manusia tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi di tengah transformasi digital.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Future of Work Summit (FOWS) 2026 yang mengangkat tema Integrating Intelligence, Elevating Humanity. Forum ini membahas bagaimana perusahaan perlu menyeimbangkan pemanfaatan AI dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu perusahaan yang mengangkat pendekatan tersebut adalah KTM Solutions. Menurut perusahaan, teknologi tidak akan memberikan hasil optimal tanpa didukung talenta yang memiliki kondisi kerja, motivasi, dan kemampuan berkembang secara berkelanjutan.

Growth Manager KTM Solutions, Kevin, mengatakan perusahaan perlu memahami kondisi karyawannya secara lebih menyeluruh, bukan hanya melihat produktivitas atau pencapaian target kerja. Karena itu, KTM Solutions memperkenalkan pendekatan Career Well-Being yang membantu individu maupun organisasi memahami berbagai faktor yang memengaruhi perjalanan karier.

"Melalui Career Well-Being Check, pengunjung dapat mengecek career battery mereka dan mendapatkan gambaran mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan karier. Aktivitas ini memberikan pengalaman interaktif untuk melihat area yang sudah kuat maupun yang masih dapat dikembangkan, serta berdiskusi langsung dengan tim kami mengenai langkah pengembangan yang relevan," ujarnya, dikutip Kamis 6 Agustus 2026.

Konsep career battery menggambarkan tingkat kesiapan seseorang dalam menjalani pekerjaannya. Penilaiannya tidak hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek yang memengaruhi performa seseorang dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui Career Well-Being Profiling, KTM Solutions mengukur lima dimensi utama, yaitu psychological well-being, physical well-being, social well-being, financial well-being, dan environmental well-being. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi pengembangan yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu maupun organisasi.

Pendekatan berbasis data seperti ini dinilai semakin penting di era AI. Ketika banyak proses administratif mulai diotomatisasi, perusahaan justru membutuhkan informasi yang lebih akurat untuk memahami kondisi talenta, mengidentifikasi potensi, hingga menentukan strategi pengembangan sumber daya manusia.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, pemanfaatan AI tidak diposisikan sebagai pengganti manusia. Sebaliknya, teknologi dimanfaatkan untuk membantu organisasi mengolah data, menghasilkan wawasan yang lebih cepat, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif dalam mengelola talenta.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |