AS, Kanada hingga PBB Kirim Bantuan ke Perbatasan China dan Nepal akibat Banjir Bandang

48 minutes ago 1

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:27 WIB

VIVA - Amerika Serikat (AS), Kanada hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di perbatasan China dan Nepal.

"Saya berduka cita atas banjir parah yang terjadi di Nepal dan China yang telah merenggut banyak nyawa, menyebabkan sejumlah orang hilang, serta menimbulkan kerusakan besar," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, melalui platform media sosial X.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, PBB membantu mitigasi yang dipimpin Pemerintah Nepal. Tim dari PBB dan mitra kemanusiaan mengirimkan bantuan dan personel untuk mendukung masyarakat yang terdampak banjir bandang. Bencana banjir bandang tersebut telah menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan lebih dari 680 orang hilang.

Berdasarkan data pemerintah Nepal, banjir bandang menghancurkan 13 proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan jalan sepanjang 40 kilometer. Sebanyak sekitar 200 truk dan 19 jembatan juga terseret derasnya aliran air bercampur lumpur.

Sementara itu, AS dan Kanada menyatakan siap memberi bantuan darurat kepada Nepal setelah banjir bandang dan tanah longsor dahsyat melanda wilayah negara itu yang berbatasan dengan China, sementara puluhan warga Amerika Utara dilaporkan masih belum ditemukan.

“Departemen Luar Negeri siap mendukung Pemerintah Nepal dengan bantuan kemanusiaan yang diperlukan,” tulis Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio melalui platform media sosial X. Ia menyatakan solidaritas kepada rakyat Nepal dan mengatakan Washington “bersatu dalam doa” setelah bencana tersebut.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menggambarkan bencana itu sebagai sesuatu yang “sangat menghancurkan”. “Warga Kanada memikirkan semua orang yang saat ini berada dalam kesulitan, mereka yang kehilangan orang tercinta, dan semua orang yang masih menunggu kepastian,” tulis Carney di X.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan dukungan helikopter dan pesawat nirawak/drone untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang desa dan jalur pendakian di wilayah perbatasan Nepal dan China.

Menurut laporan media setempat pada Kamis, 27 Agustus 2026, jumlah korban tewas akibat bencana itu meningkat menjadi 162 orang, dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

Halaman Selanjutnya

Banjir tersebut diduga dipicu pecahan besar es dari gletser Himalaya yang runtuh sekitar 20 kilometer di timur laut pos lintas perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |