Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:57 WIB
VIVA - Thailand boleh saja memegang rekor sebagai negara Asia Tenggara pertama yang memiliki kapal induk lewat HTMS Chakri Naruebet sejak 1997.
Namun, peran kapal tersebut kini lebih bersifat simbolis dan fokus pada misi kemanusiaan karena sudah tidak mengoperasikan jet tempur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peta kekuatan maritim di ASEAN diprediksi akan berubah setelah Indonesia bersiap mengoperasikan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang dibeli dari Italia.
Jika resmi beroperasi penuh, Indonesia bakal menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kapal induk fungsional secara militer.
Perbandingan HTMS Chakri Naruebet vs Giuseppe Garibaldi
- Spesifikasi Utama: HTMS Chakri Naruebet memiliki bobot 11.500 ton, panjang 182 meter, kecepatan 25 knot, serta diawaki 450 personel. Sementara Giuseppe Garibaldi berukuran lebih besar dengan bobot 13.800 ton, panjang 180 meter, mampu melaju hingga 30 knot, dan membutuhkan 550 personel.
- Kapasitas Penerbangan: Chakri Naruebet saat ini praktis hanya berfungsi sebagai pengangkut helikopter setelah jet tempur AV-8S Matador miliknya dipensiunkan.
Sebaliknya, Giuseppe Garibaldi dirancang khusus dengan standar NATO untuk mengangkut hingga 16 pesawat tempur Short Take-Off and Vertical Landing (STOVL) seperti AV-8B Harrier II, helikopter, hingga drone (UAV).
- Sistem Pertahanan: Thailand mengandalkan kapal pengawal untuk melindungi Chakri Naruebet dari ancaman udara maupun laut. Giuseppe Garibaldi dilengkapi pertahanan udara mandiri berlapis, mulai dari rudal Aspide, meriam Oto Melara 40 mm, radar standar NATO, hingga sistem anti-kapal selam.
Infografis Kapal Induk Chakri Naruebet dan Giuseppe Garibaldi / Gadjah Mada.
Bagi TNI Angkatan Laut, mengoperasikan Giuseppe Garibaldi melalui pendekatan bertahap—dengan memfokuskan fungsinya sebagai pusat komando, peluncur helikopter, dan operasional UAV—menjadi langkah strategis yang realistis dan berkelanjutan untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menginformasikan Kapal Induk Gadjah Mada dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September 2026 setelah berlayar pada Senin malam, 24 Agustus 2026 pukul 22.00 Waktu Italia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan saat ini kapal induk pertama Indonesia itu masih bernama ITS Giuseppe Garibaldi dan masih menggunakan bendera Italia.
Sesampainya di Indonesia, kapal yang dimiliki Indonesia dengan skema hibah antarpemerintah itu baru berganti bendera dan nama menjadi Gadjah Mada.
Halaman Selanjutnya
Kapal Induk Gadjah Mada akan menempuh perjalanan lebih dari 20 hari, melintasi perairan, Terusan Suez dan Laut Merah dengan pengawalan kapal perang Italia.

20 minutes ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

