Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:30 WIB
VIVA –Di tengah laporan mengenai adanya keretakan di antara jajaran pimpinan tertinggi Iran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan pernyataan mengejutkan terkait komunikasinya dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Disebut Pezeshkian bahwa komunikasi dengan Mojtaba Khamenei saat ini menjadi sangat sulit.
Meski jarang terlihat di ruang publik, Pezeshkian menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei tetap memiliki peran penting dalam menentukan langkah Iran menghadapi situasi konflik dan aksi balasan terhadap pihak lawan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saat ini sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya, tetapi bagaimanapun juga, kehadirannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami agar dapat terus melanjutkan langkah ini," kata dia dikutip dari laman NDTV, Kamis 6 Agustus 2026.
Mojtaba Khamenei diketahui masih menyampaikan pandangannya melalui pernyataan tertulis. Namun, minimnya kemunculan dirinya di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat memunculkan spekulasi mengenai hubungannya dengan pejabat tinggi lainnya.
Ia juga tidak terlihat dalam rangkaian upacara pemakaman ayahnya pada bulan lalu.
Meski demikian, Pezeshkian membela pemimpin tertinggi Iran tersebut. Ia mengatakan telah beberapa kali melakukan pertemuan yang produktif dengan Khamenei dan mendapat respons yang menunjukkan "kebaikan serta logika yang sangat kuat".
"Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan sebagian orang yang berniat buruk menggambarkan dirinya secara berbeda dan menampilkan citra yang tidak sesuai tentang dirinya," ujar Pezeshkian.
Laporan Mengenai Keretakan Internal
Pernyataan Pezeshkian muncul setelah beredar laporan yang menyebut Khamenei telah memberikan ultimatum terakhir kepada presiden. Laporan tersebut juga menyebut Khamenei memberikan dukungan kepada Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, dalam sejumlah keputusan penting terkait negosiasi dan konflik yang berlangsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Media Israel Channel 14, dengan mengutip sumber yang mengetahui perkembangan situasi di Teheran, melaporkan bahwa Khamenei disebut telah mengurangi pengaruh politik utama Pezeshkian dengan tidak berupaya mencegah kemungkinan pengunduran diri presiden tersebut.
Menurut laporan itu, Pezeshkian sebelumnya disebut beberapa kali menggunakan ancaman mundur ketika terjadi perbedaan pandangan mengenai kebijakan dengan para pemimpin Iran. Ia juga secara resmi pernah mengajukan pengunduran diri pada Mei, dengan alasan pemerintahannya telah sepenuhnya dikesampingkan dari pengambilan keputusan terkait keamanan nasional dan kebijakan luar negeri.
Halaman Selanjutnya
Channel 14 menyebut sikap terbaru Khamenei menunjukkan keselarasan penuh dengan struktur militer Iran. Kondisi tersebut membuat ruang bagi Pezeshkian untuk memengaruhi pengambilan keputusan strategis menjadi semakin terbatas.

2 hours ago
1



















