Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50 WIB
VIVA –Rabu pagi sekitar pukul 08.40 waktu setempat, sebagian banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah pegunungan di sepanjang perbatasan Nepal-Tibet. Akibat banjir ini setidaknya 157 orang di Nepal dan tiga orang di Tibet dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu 1.500 orang lainnya dilaporkan hilang.
Melansir laman Al Jazeerah, Kamis 27 Agustus 2026, dari 1.500 orang yang dilaporkan hilang, 826 orang dilaporkan di Nepal yang mana 600 diantaranya adalah wisatawan asing. Di sebrang perbatasan, pemerintah China melaporkan 558 orang hilang di Kabupaten Tibet yang mana 260 orang diantaranya adalah wisatawan asing.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Banjir besar itu dilaporkan membawa air, lumpur dan bebatuan yang menerjang lembah Sungai Lhende Khola. Banjir besar itu bahkan menenggelamkan desa-desa serta menghancurkan rumah dan infrastruktur penting termasuk 19 jembatan dan sekitar 40km jalan hanyut terbawa arus.
Apa Penyebab Tanah Longsor dan Banjir Bandang di sana?
Bencana ini diduga bermula di kawasan tinggi Himalata, ketika sebagian glester runtuh dan memicu rangkaian peristiwa yang menyebabkan gelombang air serta material longsoran dalam jumlah besar mengalir deras ke wilayah hilir.
Longsoran es dan batu yang dihasilkan kemudian menghantam Sungai Lhende di Tibet, sekitar 20 kilometer di timur laut perbatasan Nepal-China. Material longsoran sempat membendung sungai sebelum bendungan alami tersebut jebol dan melepaskan banjir besar ke wilayah hilir.
Laporan awal menyebut gempa berkekuatan 4,4 magnitudo memicu runtuhnya gletser. Namun, Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) kemudian merevisi penilaiannya dan menyatakan sinyal seismik tersebut berasal dari tanah longsor, bukan gempa bumi. Tanah longsor itu sendiri kemudian tercatat sebagai peristiwa seismik berkekuatan 5,2 magnitudo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lokasi Banjir Bandang
Bencana melanda kawasan pegunungan di perbatasan Nepal-Tibet. Salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah adalah Distrik Rasuwa di Nepal, tepat di sebelah selatan perbatasan China. Gelombang awal masuk ke Sungai Lhende Khola, yang kemudian mengalir ke Sungai Bhote Koshi dan selanjutnya ke Sungai Trishuli. Air banjir mengalir ke arah selatan melalui Nepal. Ketinggian air di Sungai Trishuli dilaporkan meningkat hingga 9 meter hanya dalam waktu 30 menit.
Halaman Selanjutnya
Di Distrik Rasuwa, Timure dan Syapru Besi termasuk permukiman yang terdampak. Lebih jauh ke hilir, banjir mencapai sejumlah wilayah di Distrik Nuwakot dan Dhading, merusak rumah, jalan, serta infrastruktur lainnya. Di seberang perbatasan, di Tibet, lumpur dan material longsoran menerjang Pelabuhan Gyirong di wilayah Shigatse. Sungai Trishuli kemudian bertemu dengan Sungai Narayani, yang mengalir masuk ke negara bagian Bihar, India, dan dikenal sebagai Sungai Gandak.

27 minutes ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

