Warren Buffett Tak Pernah Menjadikan Emas Pilihan Investasi Utama, Ini 4 Alasannya

2 hours ago 1

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:10 WIB

VIVA – Investasi emas masih menjadi salah satu pilihan favorit masyarakat untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Di tengah ketidakpastian ekonomi, inflasi, hingga gejolak pasar keuangan, logam mulia kerap dianggap sebagai instrumen yang relatif aman. 

Tidak mengherankan jika permintaan emas biasanya meningkat ketika kondisi ekonomi global sedang bergejolak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pandangan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan filosofi investasi Warren Buffett. Investor legendaris sekaligus eks CEO Berkshire Hathaway itu, selama puluhan tahun dikenal sebagai sosok yang lebih menyukai aset produktif dibandingkan emas. 

Meski begitu, bukan berarti Buffett menganggap emas sebagai investasi yang buruk. Ia lebih sering menekankan bahwa investor perlu memahami bagaimana sebuah aset menciptakan nilai dan memberikan imbal hasil dalam jangka panjang.

Melansir dari Forbes, Kamis, 16 Juli 2026, berikut sejumlah petuah Warren Buffett mengenai investasi emas yang hingga kini masih sering menjadi bahan diskusi di kalangan investor.

1. Emas Tidak Menghasilkan Pendapatan

Menurut Warren Buffett, salah satu kelemahan utama emas adalah tidak menghasilkan arus kas. Berbeda dengan saham perusahaan yang dapat mencetak laba atau membagikan dividen, emas hanya bergantung pada perubahan harga di pasar. "Emas adalah cara untuk bertaruh bahwa rasa takut di pasar akan terus meningkat. Namun, emas itu sendiri tidak menghasilkan apa pun," ungkap Buffett. 

Melalui pernyataan tersebut, Buffett ingin menjelaskan bahwa kenaikan harga emas umumnya terjadi ketika ketidakpastian ekonomi meningkat. Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman sehingga permintaan emas ikut naik.

2. Emas Dinilai Bukan Aset yang Produktif

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu kutipan Warren Buffett yang paling terkenal juga berkaitan dengan sifat emas yang menurutnya tidak produktif. Ia mengatakan, emas digali dari dalam tanah, setelah itu dilebur. "Lalu lubang digali lagi untuk menguburnya, kemudian membayar orang agar menjaganya. Emas tidak memiliki kegunaan yang produktif," kata dia. 

Melalui analogi tersebut, Buffett menggambarkan bahwa emas tidak menciptakan nilai ekonomi baru setelah ditambang. Berbeda dengan sebuah perusahaan yang dapat memproduksi barang atau jasa, emas hanya berpindah tangan dari satu pemilik ke pemilik lainnya.

Halaman Selanjutnya

3. Lebih Memilih Bisnis yang Menghasilkan Keuntungan

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |