Polemik Indeks Persepsi Polri Dinilai Merendahkan Kebijakan Prabowo

2 hours ago 2

Senin, 6 Juli 2026 - 22:30 WIB

Jakarta, VIVA – Sebuah kajian yang diterbitkan oleh IndexMundi, organisasi global yang mengumpulkan dan menyebarluaskan statistik lintas negara dan menempatkan institusi Polri pada peringkat ke-18 dalam daftar institusi kepolisian dengan indeks korupsi tertinggi di dunia. 

Pakar hukum pidana, Romli Atmasasmita menyatakan bahwa survei semacam itu tidak dapat diterima begitu saja sebagai fakta ilmiah yang valid. Menurutnya, laporan itu memiliki agenda tersembunyi yang bertujuan merendahkan dan mendelegitimasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang reformasi hukum dan penegakan ketertiban nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IndexMundi mengklaim mengaggregasi data dari berbagai sumber internasional, namun metodologi pengumpulan data untuk indeks kepolisian ini dipertanyakan oleh para ahli di bidang statistik dan ilmu sosial," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 6 Juli 2026.

Ia juga tegas menolak validitas temuan tersebut dan menyebutnya sebagai alat tekanan politik terhadap pemerintahan yang sah.

Romli menilai data yang disebarluaskan tidak terverifikasi secara ilmiah berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum dan mengganggu stabilitas proses reformasi yang sedang berjalan.

Sementara, pengamat sosial dan ahli statistik Karyono Wibowo, menilai bahwa klaim IndexMundi yang menempatkan Polri di urutan ke-18 sebagai institusi kepolisian paling korup secara metodologis lemah dan tidak memenuhi standar ilmiah survei publik yang berlaku secara internasional. 

"Setidaknya terdapat tiga kelemahan fundamental yang menjadikan temuan ini tidak dapat dijadikan rujukan kebijakan.
Survei ini menggunakan metode nonprobability sampling,  yakni teknik pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama kepada setiap anggota populasi untuk terpilih," katanya.

Dengan hanya 296 responden daring, sampel yang digunakan tidak representatif terhadap populasi nasional Indonesia yang berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. Margin of error yang dihasilkan dari sampel sekecil itu jauh melampaui batas toleransi yang diterima dalam standar survei akademis maupun kebijakan publik internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Responden direkrut semata-mata dari pengunjung situs web IndexMundi, yang secara demografis cenderung merupakan kelompok pengguna internet aktif dari negara-negara berbahasa Inggris atau negara maju," kata Karyono.

"Profil responden ini tidak mencerminkan masyarakat Indonesia yang heterogen, dan persepsi mereka terhadap Polri sangat mungkin dibentuk oleh pemberitaan media internasional yang bias, bukan oleh pengalaman langsung di lapangan," sambungnya.

Halaman Selanjutnya

Ia menjelaskan bahwa indikator yang digunakan tidak mengukur pengalaman suap secara riil, tidak mengacu pada jumlah perkara hukum yang ditangani, dan tidak mempertimbangkan data resmi dari lembaga antikorupsi yang berwenang. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |