Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pemerintah perlu membuka ruang kritik yang disampaikan masyarakat.
Dia mengatakan sikap itu sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa demokrasi memerlukan check dan balances. Pernyataan itu disampaikan menanggapi soal ucapan Prabowo terkait ‘londo ireng’.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ya sebenarnya kami berpegang dari pernyataan Presiden Prabowo ketika di hadapan sidang gabungan di DPR, dihadiri juga representasi dari DPD RI,” kata Hasto usai acara teatrikal Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu 26 Juli 2026
“Presiden Prabowo membuka bahwa demokrasi memerlukan check and balances. Demokrasi memerlukan kritik. Itulah yang jadi pegangan PDI Perjuangan dalam forum resmi yang disampaikan oleh Presiden,” lanjutnya.
Terkait hal itu, Hasto menuturkan bahwa PDIP memegang pernyataan Prabowo dalsm menjalankan fungsi politik.
“Itulah yang jadi pegangan PDI Perjuangan dalam forum resmi yang disampaikan oleh Presiden,” jelas dia.
Dia menyebut msyarakat juga berharap pernyataan Prabowo itu diwujudkan secara nyata di lapangan.
“Dan itu rakyat menuntut agar apa yang disampaikan oleh beliau itu juga dinyatakan melalui suatu tindakan-tindakan konkret,” ungkap Hasto.
Hasto pun menyinggung beberapa peristiwa yang terjadi di Nepal dan Bangladesh karena protes masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jangan sampai suara-suara kritis yang mereka bersuara itu juga dengan rasa patriotik, dengan cinta terhadap Tanah Air itu seharusnya diberikan ruang,” pungkasnya.
tvOnenews/Syifa Aulia
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi, Hasto Singgung Perlakuan Berbeda yang Dialami
Hasto pun menyinggung pengalamannya ketika ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menyebut saat itu dirinya tetap patuh terhadap hukum dengan tetap memakai rom
VIVA.co.id
26 Juli 2026

4 hours ago
2











