Polisi Minta Waktu Usut Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Libatkan Oknum Pendeta

5 hours ago 1

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Oknum pendeta berinisial GS dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual pada tanggal 19 Mei 2026. Pendeta GS diduga melancarkan aksinya di wilayah Tebet, Jakarta Selatan dan Bekasi Kota. Kejadiannya dilaporkan pada tanggal 8 Oktober 2014 dan sekitar tahun 2010 hingga 2016. 

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/3576/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya pun langsung dengan sigap menerbitkan surat perintah penyelidikan seminggu setelah menerima laporan korban. Surat perintah lidik itu terdaftar dengan nomor SP. Lidik/665/V/RES.1.24/2026/Ditres PPA dan PPO tertanggal 25 Mei 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasca surat perintah lidik diterbitkan, Polda Metro melalui Unit 4 Subdit 1 Direktorat Reserse PPA dan PPO memanggil pendeta GS yang dijadwalkan pada Kamis 4 Juni 2026.

Namun belum diketahui apakah Pendeta GS memenuhi panggilan tersebut atau menunda kehadirannya. Pihak media pun telah menghubungi Kanit PPA dan PPO Polda Metro Jaya, AKP Rina Shanty DN untuk menanyakan kehadiran pendeta GS dalam panggilan tersebut. 

Akan tetapi, AKP Rina Shanty DN meminta supaya menghubungi pihak Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya. Pihak Humas melalui Kabid Humas Kombes Budi Hermanto meminta supaya memberi waktu untuk menyelidiki kasus tersebut. "Mohon waktunya ya," kata Budi kepada wartawan, Minggu 26 Juli 2026.

Sebelumnya pada Sabtu 25 Juli, pendeta GS telah dihubungi melalui nomor whatsappnya, namun yang bersangkutan tidak merespons.

Dalam kasus ini, pendeta GS dilaporkan ke Polda Metro Jaya diduga melanggar Pasal 473 dan atau Pasal 414 huruf B dan atau Pasal 417 Jo Pasal 126 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) No. 1 Tahun 2023.

ilustrasi tewas

Polda Metro Selidiki Tewasnya Pria Bernama Sutrimo di Kebayoran Baru, Diduga Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

Sutrimo dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring. Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia.

img_title

VIVA.co.id

26 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |