2 Calon Pengelola Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total

2 hours ago 1

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:08 WIB

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin angkat bicara soal meninggalnya dua calon pengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih saat mengikuti latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Ia meminta seluruh program latsarmil dievaluasi imbas kejadian tersebut. Para pembina latsarmil harus mengecek kesehatan peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi kalau menurut hemat saya harus dievaluasi, terutama mereka yang mau ikut pelatihan seperti itu, ya. Harus dicek kesehatannya dengan baik sehingga mereka yang masuk kegiatan itu siap untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan fisik dalam suasana yang panas sekalipun," kata TB Hasanuddin kepada wartawan, Rabu, 24 Juni 2026.

Di sisi lain, Komisi I DPR RI masih menunggu hasil penelusuran dan penjelasan resmi dari pihak terkait atas kejadian tersebut.

Politikus PDIP itu menilai latsarmil tak masalah jika diberikan kepada masyarakat. Namun, tujuannya harus sesuai dengan kondisi kerja peserta pendidik, yakni mengelola koperasi.

Tapi menurut hemat saya, ya belajar baris sih boleh-boleh saja untuk tata tertib ketika mau belajar. Kemiliteran dalam konteks seperti militer, latihan menembak, kemudian baris-berbaris, panas-panasan, ya dikurangi," imbuhnya.

Lebih baik diberikan ya pelatihan tentang manajemen sebuah koperasi, begitu, ya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan kabar mengenai dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa (Kopdes)/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang meninggal dunia saat menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil).

Hal tersebut dibenarkan Kemenhan setelah kabar mengenai peserta latsarmil bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq yang meninggal dunia, menyebar di media sosial pada Senin 22 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Peserta atas nama Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan persnya.

Rico melanjutkan setelah proses pemeriksaan medis, Anisa dinyatakan meninggal dunia karena mengalami heat stroke.

Halaman Selanjutnya

Sedangkan Yonanda meninggal ketika mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |