Peran Militer di Negara Berkembang Kian Strategis, Tak Lagi Sekadar Menjaga Kedaulatan

1 hour ago 1

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Militer di negara berkembang memiliki posisi yang semakin strategis di tengah meningkatnya kompleksitas tantangan global. Jika sebelumnya peran militer lebih identik dengan menjaga kedaulatan dan menghadapi ancaman pertahanan konvensional, kini tugas tersebut berkembang seiring munculnya berbagai ancaman nonmiliter yang berdampak langsung terhadap stabilitas nasional.

Berbagai negara berkembang menjadikan institusi militer sebagai salah satu instrumen penting negara karena memiliki kemampuan organisasi yang kuat, mobilitas tinggi, serta sumber daya manusia yang terlatih. Kemampuan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan nasional di berbagai sektor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peran militer juga semakin mendapat perhatian karena sejumlah negara berkembang berhasil membangun kekuatan pertahanan yang signifikan di tingkat global. Berdasarkan indeks kekuatan militer dunia terbaru, negara-negara seperti India, Pakistan, Brasil, Indonesia, hingga Mesir mampu menempati posisi penting dalam peta kekuatan militer internasional.

Selain menjaga keamanan dan pertahanan, militer di sejumlah negara berkembang turut dilibatkan dalam berbagai program strategis nasional, mulai dari pembangunan infrastruktur, penanganan bencana, penguatan ketahanan pangan, hingga mendukung pembangunan wilayah terpencil yang memiliki keterbatasan akses.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pandangan bahwa hubungan antara pertahanan dan pembangunan tidak lagi dapat dipisahkan. Stabilitas keamanan menjadi fondasi penting bagi pembangunan, sementara pembangunan yang berhasil akan memperkuat ketahanan dan daya tahan negara dalam menghadapi berbagai ancaman.

Pandangan tersebut disampaikan Marsda TNI Dr. Budhi Achmadi dalam tulisannya berjudul Pertahanan, Pembangunan, dan Koridor Demokrasi. Menurutnya, perubahan lingkungan strategis global membuat konsep peran militer dalam pembangunan kembali relevan untuk dibahas.

Ancaman Modern Tak Lagi Sekadar Perang

Budhi menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi berbagai negara saat ini tidak hanya berupa ancaman militer konvensional. Ancaman modern berkembang menjadi lebih kompleks dan multidimensi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berbagai persoalan seperti terorisme, serangan siber, pandemi, bencana alam, krisis energi, krisis pangan, hingga disrupsi teknologi kini menjadi tantangan yang harus dihadapi negara secara menyeluruh.

Kondisi tersebut membuat pemikiran ilmuwan politik Alfred Stepan kembali mendapat perhatian, khususnya mengenai konsep defense and development atau pertahanan dan pembangunan.

Halaman Selanjutnya

Menurut Budhi, Stepan melihat bahwa di negara-negara berkembang, militer sering kali menjadi salah satu institusi yang memiliki kapasitas organisasi, disiplin, dan kemampuan mobilisasi yang tinggi untuk membantu mengatasi berbagai persoalan nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |