Menteri Radikal Israel Itamar Ben-Gvir Dilarang Masuk Prancis

2 hours ago 1

Senin, 25 Mei 2026 - 17:36 WIB

VIVA – Pemerintah Prancis melarang Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir memasuki negaranya setelah beredarnya video yang memperlihatkan perlakuan kasar terhadap aktivis kemanusiaan asing yang ditahan Israel.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan keputusan itu diambil menyusul tindakan Ben Gvir terhadap warga negara Prancis dan Eropa yang ikut dalam armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mulai hari ini, Itamar Ben Gvir dilarang memasuki wilayah Prancis," tulis Barrot melalui platform X pada Jumat pekan lalu.

Prancis bersama Italia juga menyerukan pemberian sanksi tingkat Uni Eropa terhadap menteri sayap kanan Israel tersebut.

Kecaman internasional muncul setelah Ben Gvir mengunggah video pada Rabu, yang memperlihatkan puluhan aktivis asing dipaksa berlutut dengan dahi menempel ke tanah dan tangan terikat saat berada dalam tahanan Israel.

Video bertajuk "Selamat Datang di Israel" itu memperlihatkan Ben Gvir mencemooh para aktivis sambil mengibarkan bendera Israel. Para aktivis sebelumnya ditangkap pasukan Israel setelah armada kemanusiaan mereka dicegat di perairan internasional.

Setelah menuai kecaman luas, pemerintah Israel menyatakan para aktivis tersebut akan dideportasi.

Sebanyak 36 warga negara Prancis diketahui berada di dalam armada bantuan tersebut. Misi itu merupakan bagian dari upaya terbaru aktivis internasional untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza setelah konvoi serupa juga dicegat bulan lalu.

Meski mengaku tidak mendukung aksi armada tersebut, Barrot menegaskan Prancis tidak dapat menerima perlakuan kasar terhadap warganya. "Kita tidak dapat mentolerir warga negara Prancis yang diancam, diintimidasi, atau diperlakukan secara brutal dengan cara ini, terutama oleh seorang pejabat publik," ujar Barrot.

Selain Prancis, Spanyol juga mendesak Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap Ben Gvir. Sementara itu, Inggris memanggil diplomat senior Israel terkait video yang disebut provokatif tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut tindakan Ben Gvir "tidak sesuai dengan nilai dan norma Israel", namun tetap mempertahankannya di posisi menteri keamanan nasional.

Netanyahu sebelumnya juga mengecam armada bantuan kemanusiaan itu sebagai "skema jahat" yang disebut bertujuan mendukung Hamas.

Halaman Selanjutnya

Armada bantuan tersebut berangkat dari Turki pekan lalu dengan sekitar 50 kapal di bawah koordinasi organisasi Global Sumud Flotilla.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |