Begadang dan Makan Larut Malam Bisa Ganggu Usus, Ahli Ungkap Bahaya Jam Biologis yang Berantakan

2 hours ago 1

Senin, 25 Mei 2026 - 17:52 WIB

Jakarta, VIVA – Kebiasaan begadang, makan tidak teratur, hingga terlalu lama menatap layar gadget pada malam hari ternyata bukan hanya berdampak pada kualitas tidur. Gaya hidup modern tersebut juga dapat mengganggu kesehatan usus dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

Hal itu berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh, yakni sistem alami yang mengatur berbagai fungsi tubuh selama 24 jam, mulai dari pola tidur, rasa lapar, hingga proses metabolisme. Ketika ritme ini terganggu, sistem pencernaan menjadi salah satu organ pertama yang terdampak. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific, Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, menjelaskan bahwa kesehatan usus memiliki hubungan erat dengan jam biologis tubuh.

“Tantangannya adalah gaya hidup modern secara perlahan mengganggu komunikasi alami tersebut. Begadang, jadwal makan yang tidak teratur, kerja shift, hingga kebiasaan menatap layar di malam hari dapat mengacaukan ritme jam biologis tubuh. Ketika jam biologis tidak lagi sinkron, kondisi usus pun ikut terganggu, sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan, ketidakseimbangan gula darah, dan peradangan dalam jangka panjang,” jelas Dr. Vipada, dalam keterangannya, dikutip Senin 25 Mei 2026.

Menurutnya, bakteri baik di dalam usus ternyata terus berkomunikasi dengan jam biologis tubuh untuk menjaga berbagai fungsi penting tetap optimal, termasuk metabolisme, sensitivitas insulin, kesehatan jantung, hingga sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, menjaga pola hidup yang selaras dengan ritme alami tubuh dinilai penting untuk mendukung kesehatan pencernaan dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.

Salah satu langkah sederhana yang disarankan adalah memperbaiki pola makan harian. Sarapan bergizi disebut menjadi momen penting karena sistem pencernaan berada dalam kondisi optimal setelah tubuh berpuasa semalaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengatur waktu makan secara konsisten juga dinilai membantu menjaga kestabilan energi dan mendukung metabolisme tubuh bekerja lebih efisien. Idealnya, waktu makan dilakukan dalam rentang delapan hingga 12 jam setiap hari dengan asupan nutrisi yang seimbang.

Selain pola makan, waktu minum air juga memiliki peran penting terhadap sistem pencernaan. Segelas air putih di pagi hari sebelum makan pertama dapat membantu mengaktifkan sistem pencernaan sekaligus memberi sinyal pada jam biologis tubuh untuk mulai aktif.

Halaman Selanjutnya

Sebaliknya, konsumsi cairan berlebihan di malam hari sebaiknya mulai dikurangi agar tubuh lebih siap memasuki fase istirahat dan pemulihan saat tidur.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |