Jakarta, VIVA - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membuka tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang tetap tumbuh di tengah tekanan produksi. Sepanjang kuartal I-2026, pendapatan dan laba bersih perseroan naik dua digit meskipun volume produksi menurun akibat aktivitas operasional di tambang.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, pendapatan naik 10 persen secara year on year (yoy) sebesar US$69,47 juta. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, pendapatan BRMS tercatat US$63,32 juta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kenaikan ini turut mendorong laba bersih perusahaan tumbuh 22 persen secara tahunan menjadi US$18,06 juta dari sebelumnya US$14,85 juta. Laba operasional juga terkerek naik menjadi US$28,59 juta dari US$27,58 juta pada kuartal I-2025.
Direktur & Chief Financial Officer BRMS, Charles Gobel, menyampaikan perusahaan mengalami tekanan produksi akibat aktivitas pushback di salah satu lokasi tambang utama. Lonjakan signifikan harga emas dunia menjaga kinerja perusahaan tetap solid.
![]()
“Produksi emas dan perak kami mengalami penurunan pada Q1 2026 dikarenakan operasi pushback yang berlangsung di lokasi tambang terbuka River Reef (Poboya, Palu). Namun demikian, kami tetap dapat membukukan kinerja keuangan yang semakin membaik dikarenakan harga jual emas dan perak kami yang semakin meningkat pada periode yang sama,” jelas Charles dikutip dari keterangan resmi, Rabu, 30 April 2026.
Charles merinci, volume penjualan emas turun dari 21.922 ons menjadi 14.790 ons. Begitu pula, penjualan perak terpantau anjlok dari 60.512 ons menjadi 41.043 ons.
Penurunan volume penjualan tertutupi kenaikan signifikan harga jual kedua logam mulia itu. Harga emas melonjak ke level US$4.512 per ons dari US$2.809 per ons sedangkan harga perak naik tajam menjadi US$66,81 per ons dari US$28,74 per ons.
Direktur Utama PT Citra Palu Minerals, Damar Kusumanto, menyampaikan penurunan kadar emas telah diantisipasi sejak awal tahun melalui operasi pushback. Operasi pushback diharapkan dapat selesai pada akhir awal Juni 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Setelah pushback berakhir, kami dapat mulai menambang bijih berkadar tinggi pada lokasi bukaan baru di Juni 2026,” kata Damar.
Ia juga membeberkan, perusahaan tengah berupaya meningkatkan kapasitas pabrik emas secara signifikan. Salah satu pabrik emas BRMS diperkiraan akan mengalami lonjakan kadar emas dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari yang akan diselesaikan pada bulan Oktober 2026.
Halaman Selanjutnya
"Kami menargetkan produksi dan penjualan di sekitar 80.000 troy ounce emas pada tahun 2026,” ujar Damar.

3 hours ago
1



























