Kamis, 30 April 2026 - 20:40 WIB
VIVA –Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan tertulis baru yang dirilis di televisi pemerintah. Dalam pernyataannya tertanggal 30 April 2026, Mojtaba menegaskan bahwa Iran akan tetap melindungi kapabilitas nuklir dan rudal sebagai aset nasional.
“Sekitar 90 juta rakyat Iran yang bangga dan terhormat, baik di dalam maupun luar negeri, menganggap seluruh kemampuan Iran baik yang bersifat identitas, spiritual, kemanusiaan, ilmiah, industri, hingga teknologi mulai dari nanoteknologi, bioteknologi, hingga kemampuan nuklir dan rudal, sebagai aset nasional. Mereka akan melindunginya sebagaimana mereka melindungi perairan, daratan, dan wilayah udara negara ini,” kata Khamenei dikutip dari laman NDTV, Kamis 30 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan terbarunya, Mojtaba juga melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat. Dia menyebut bahwa satu-satunya tempat yang pantas bagi AS di Teluk Persia adalah “di dasar lautnya”.
“Dengan pertolongan dan kekuatan Tuhan, masa depan kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan yang cerah tanpa Amerika, melayani kemajuan, kenyamanan, dan kesejahteraan rakyatnya. Kami (Iran) dan negara-negara tetangga di seberang perairan Teluk Persia dan Teluk Oman memiliki takdir yang sama. Pihak asing yang datang dari ribuan kilometer hanya untuk bertindak serakah dan bermusuhan di kawasan ini tidak memiliki tempat, kecuali di dasar lautnya,” sambung pernytaan Mojtaba itu.
“Kekalahan memalukan” Amerika Serikat
Khamenei juga mengklaim bahwa Amerika Serikat telah mengalami kekalahan dalam perang melawan Iran. Ia menyebut AS dan Israel sebagai tiran kawasan yang mengalami kekalahan memalukan dalam rencana mereka, serta mengatakan bahwa kini babak baru sedang dimulai di wilayah Teluk Persia dan Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan terhadap industri minyak Iran, setelah blokade Angkatan Laut AS menghambat kapal tanker minyak Iran untuk berlayar. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni sempat mencapai 126 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis, seiring ketegangan yang masih berlangsung di Selat Hormuz.
Dengan gencatan senjata yang masih rapuh, AS dan Iran kini berada dalam situasi saling berhadapan terkait Selat Hormuz. Blokade AS bertujuan mencegah Iran menjual minyaknya, sehingga menekan pendapatan utama negara tersebut, sekaligus berpotensi memaksa Teheran menghentikan produksi karena keterbatasan fasilitas penyimpanan minyak.
Panas! Mojtaba Khamenei Tuding AS Jadi Penyebab Ketidakamanan di Timur Tengah
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei menuding keberadaan militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai penyebab ketidakamanan di kawasan tersebut.
VIVA.co.id
30 April 2026

3 hours ago
1



























