VIVA –Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan disabilitas tertinggi di Indonesia, dengan prevalensi nasional mencapai 8,3 per 1.000 penduduk berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.
Lantaran dampaknya yang serius, stroke harus segera ditangani oleh tenaga medis. Melansir laman kementerian kesehatan, stroke adalah gangguan pada fungsi otak yang terjadi lebih dari 24 jam dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lantaran terjadi cukup singkat dan mendadak, periode stroke terjadi sekitar 4,5 jam semenjak serangan. Dengan membawa ke rumah sakit, mampu mengurangi dampak fatalitas yang ditimbulkan.
Di luar fase penyelamatan nyawa pada periode akut, tantangan berikutnya adalah mencegah kerusakan lanjutan pada otak. Setelah serangan, suplai oksigen yang terganggu dan krisis metabolisme sel membuat sel-sel otak berada dalam kondisi sangat rentan. Jika tidak ditangani dengan baik, gangguan produksi energi di dalam sel dapat mempercepat kematian sel dan memperburuk kondisi pasien dalam jangka panjang.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pyridam Farma Tbk (IDX: PYFA) menghadirkan Cytoflavin sebagai terapi neuroprotektor yang dirancang untuk mendukung metabolisme dan respirasi seluler pada pasien stroke. Dalam kondisi iskemik, gangguan fungsi mitokondria dan penurunan produksi energi menjadi faktor kunci dalam progresivitas cedera jaringan otak.
Melalui mekanisme yang mendukung efisiensi pemanfaatan oksigen dan optimalisasi pembentukan energi di tingkat sel, terapi ini berperan dalam menjaga viabilitas jaringan otak selama fase kritis hingga periode pemulihan awal, sehingga membantu klinisi dalam mengelola pasien secara lebih komprehensif.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pendekatan berbasis dukungan metabolik ini semakin relevan mengingat tingginya angka disabilitas pasca-stroke yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien dan beban pembiayaan kesehatan nasional. Intervensi yang diberikan pada fase akut dan subakut memiliki peran strategis dalam menentukan prognosis jangka panjang, sehingga kebutuhan terhadap terapi yang mendukung stabilitas seluler menjadi bagian penting dalam praktik klinis sehari-hari di fasilitas pelayanan kesehatan.
Direktur PYFA, Antes Eko Prasetyo menjelaskan bahwa pergeseran tren serangan stroke ke usia produktif di bawah 40 tahun menjadi urgensi bagi perusahaan faramsi tersebut untuk menghadirkan inovasi terapi standar global. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya Cytoflavin yang kini telah dipercaya oleh lebih dari 300 rumah sakit di seluruh Indonesia sebagai terapi saraf pilihan.
Halaman Selanjutnya
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi kesehatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan rumah sakit saat ini. Melalui distribusi produk ini, kami ingin memastikan para tenaga kesehatan di Indonesia memiliki akses terhadap opsi terapi yang tepat untuk mendukung proses pemulihan pasien stroke secara optimal," ujar Antes.

2 hours ago
1



























