Aliansi Mulai Goyah, AS dan Israel Berselisih Soal Rencana Damai dengan Iran

4 weeks ago 19

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Perbedaan pandangan dikabarkan mulai muncul antara Amerika Serikat (AS) dan Israel, terkait rencana untuk mengakhiri perang dengan Iran.

Laporan dari lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Kamis lalu menyebut, perselisihan berpusat pada tiga isu utama. Yakni soal masa depan program rudal balistik Iran, transfer uranium yang telah diperkaya ke Badan Energi Atom Internasional, dan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada sehari sebelumnya sejumlah laporan menyebutkan bahwa 15 poin usulan dari AS untuk menghentikan perang telah disampaikan ke Iran melalui perantara Pakistan. AS dikabarkan juga mempertimbangkan gencatan senjata sementara selama satu bulan, untuk membuka jalan bagi perundingan.

Presiden AS Donald Trump (kiri), Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Kanan)

Mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan pada Kamis lalu bahwa Iran secara resmi telah menyampaikan tanggapan terhadap usulan AS tersebut melalui mediator.

Tanggapan itu mencakup tuntutan untuk menghentikan serangan dan pembunuhan di semua front, jaminan tidak akan terjadi perang lagi, kompensasi, dan pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, kata pejabat tersebut.

Sementara itu, KAN yang mengutip sumber politik di Israel menyebutkan bahwa pembicaraan AS-Israel masih berlangsung dan ada kemungkinan usulan AS tersebut akan diubah.

Seorang sumber di Israel juga mengatakan Iran "sudah menggunakan bahasa perang tahap akhir," sambil terus mengajukan tuntutan signifikan dalam kontak yang sedang berlangsung.

Sumber tersebut menambahkan ada kekhawatiran di Israel bahwa Presiden AS Donald Trump kemungkinan akan mendorong gencatan senjata sementara guna bernegosiasi dengan Iran.

Kemungkinan pertemuan antara pejabat AS dan Iran belum ditetapkan waktunya meski ada laporan tentang upaya mediasi oleh Pakistan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, AS dan Israel terus melancarkan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari 2026, yang hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk. (Ant).

Remaja Bisa Ikut Dukung Perang Iran

IRGC Sebut Anak Usia 12 Tahun Bisa Ikut Dukung Perang Iran

Seorang pejabat dari Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa batas usia minimum untuk terlibat dalam peran pendukung terkait perang kini diturunkan menjadi 12 tahun.

img_title

VIVA.co.id

28 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |