Sabtu, 28 Maret 2026 - 11:10 WIB
VIVA –AS dan Israel telah menghapus nama Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Ketua Parlemen Mohammad Ghalibaf dari daftar target ‘sasaran’ mereka. Keputusan ini diambil setelah mediator mengatakan bahwa pembicaraan damai akan gagal tanpa kehadiran mereka, menurut beberapa laporan.
Ghalibaf dan Araghchi sempat menjadi target Israel, tetapi mediator dari Pakistan, Turki, dan Mesir memperingatkan AS bahwa jika keduanya tewas, peluang diplomatik untuk mengakhiri perang kemungkinan besar akan hilang
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Orang Israel sudah punya koordinat dan ingin menyingkirkan mereka. Kami memberitahu AS, jika mereka juga dibunuh, tidak ada lagi yang bisa diajak bicara. Karena itu, AS meminta Israel untuk mundur,” kata seorang sumber Pakistan kepada Reuters seperti dikutip dari laman New York Post, Sabtu 28 Maret 2026.
Menurut laporan awal The Wall Street Journal, Ghalibaf dan Araghchi diperkirakan hanya mendapatkan penundaan sekitar 10 hari sementara AS mendorong tercapainya kesepakatan damai.
Tentara Pertahanan Israel (IDF) menolak memberikan komentar apakah para pejabat Iran ini memang sementara waktu dihapus dari daftar target.
Ghalibaf tetap menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh di rezim Iran setelah meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei dan rival lamanya Ali Larijani. Ketua parlemen ini diyakini menjadi pejabat utama yang berbicara dengan pemerintahan Trump.
Baik Ghalibaf maupun Araghchi berulang kali membantah terlibat dalam pembicaraan langsung dengan Washington, sementara Iran baru-baru ini mengecam proposal damai yang beriksikan 15 poin dari Trump.
Pakistan, Turki, dan Mesir saat ini tengah berupaya mengatur pertemuan antara negosiator Iran dan AS di Islamabad.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski dugaan penghentian serangan terhadap Ghalibaf dan Araghchi sedang berlaku, Juru Bicara IDF, Brigjen Effie Defrin, menegaskan bahwa Israel akan terus memburu para pemimpin top Iran setelah serangan yang menewaskan Kepala Angkatan Laut IRGC, Alireza Tangsiri, semalam.
“Pembunuhan ini tidak akan berhenti; kami akan terus mengejar siapa pun yang mengancam Israel,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
India Pangkas Pajak dan Cukai Bahan Bakar untuk Lindungi Konsumen
India menurunkan pajak bahan bakar sebagai upaya melindungi konsumen dari kenaikan harga energi global yang dipicu oleh perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
VIVA.co.id
28 Maret 2026

4 weeks ago
13



























