AS Koordinasi dengan Israel Lancarkan Serangan ke Iran

6 hours ago 2

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Amerika Serikat (AS) telah melakukan koordinasi dengan Israel, atas serangan terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Hal itu terjadi setelah Israel mengumumkan "serangan pendahuluan" terhadap Teheran.

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, AS telah memulai "operasi tempur besar-besaran" di Iran, setelah Israel juga mengatakan telah meluncurkan serangan rudal terhadap negara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan laporan dari AFP, sejumlah pejabat Washington menyebutkan bahwa AS telah memulai serangannya terhadap Iran dalam operasi gabungan dengan Israel.

Serangan Israel di sebuah gedung kantor televisi berita Iran, Senin, 16/6

Militer AS disebut-sebut akan melakukan operasi berhari-hari terhadap Iran, dengan skala serangan yang dipastikan "bukan serangan kecil" dan memfokuskan pada target-target militer di wilayah Iran. Tujuannya yakni untuk mengatasi ancaman militer Iran dan melindungi pasukan AS. 

Washington mengklaim tengah menerapkan langkah-langkah untuk melindungi para personel militer AS di kawasan, menjelang aksi militer itu dilancarkan. Meski demikian, baik Pentagon maupun Departemen Pertahanan AS belum merilis pernyataan resmi terkait laporan-laporan tesebut.

Diketahui, keterlibatan AS dalam menyerang Iran ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya pada Juni 2025 Trump membombardir sejumlah fasilitas nuklir utama Teheran kala Iran tengah beradu serangan dengan Israel.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Israel melaporkan bahwa miIiter Israel meluncurkan serangan 'pre-emtif' terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, dan menetapkan status darurat di seluruh wilayah Israel.

"Israel meluncurkan serangan pre-emtif terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap negara," dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pihak Kementerian Pertahanan Israel sendiri memperkirakan bahwa akan terjadi serangan balasan dari pihak Iran, baik dengan menggunakan rudal ataupun drone.

“Sesuai dengan kewenangannya dan berdasarkan Undang-Undang Pertahanan Sipil, Kepala Pertahanan Israel Katz menandatangani perintah khusus yang menyatakan keadaan darurat di seluruh Israel," ujar pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Serangan Israel ke Iran

Iran Akan Balas Serangan Israel dalam Beberapa Jam ke Depan

Perwakilan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menambahkan bahwa Israel "salah perhitungan" dengan menyerang Iran. Serangan balasan akan dilakukan beberapa jam.

img_title

VIVA.co.id

28 Februari 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |