loading...
IRGC klaim hancurkan pangkalan udara AS. Foto/X/@IRGC_IRAN_News
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam ( IRGC ) melakukan serangan balasan terhadap pangkalan udara yang digunakan Amerika Serikat untuk melancarkan serangan militer terhadap menara telekomunikasi di Iran selatan.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, IRGC mengatakan Angkatan Udara mereka menyerang dan menghancurkan pangkalan udara tempat "militer AS yang agresif" melancarkan serangan terhadap menara telekomunikasi di Pulau Sirik di provinsi Hormozgan, Iran selatan.
"Menyusul agresi yang dilakukan beberapa jam lalu oleh militer AS yang agresif terhadap menara komunikasi di Pulau Sirik di Provinsi Hormozgan, para pejuang Angkatan Udara IRGC menargetkan pangkalan udara tempat serangan itu berasal, dan target yang telah ditentukan telah dihancurkan," tambah pernyataan itu, dilansir Press TV.
Ini menandai pertukaran terbaru antara kedua pihak setelah negosiasi kesepakatan untuk mengakhiri perang mereka yang telah berlangsung berbulan-bulan gagal mencapai kemajuan pada akhir pekan, dengan media AS melaporkan bahwa Presiden Trump telah meminta perubahan pada persyaratan kesepakatan tersebut.
Perubahan tersebut terkait dengan jalur pelayaran Selat Hormuz dan penghapusan uranium yang diperkaya tinggi, lapor mitra berita BBC di AS, CBS News. Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar.
Kepala negosiator Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa Teheran tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun kecuali hak-hak Iran sepenuhnya dijamin.
Militer AS mengatakan pada hari Sabtu dan Minggu telah melakukan "serangan pertahanan diri terhadap radar Iran dan situs komando dan kendali untuk drone" di kota Goruk, dekat pantai selatan Iran, dan Qeshm, sebuah pulau di Selat Hormuz.
Dalam sebuah unggahan di X, Centcom mengatakan pesawat tempur AS menyerang pertahanan udara militer Iran, stasiun kendali darat, dan dua drone yang menurut mereka "menimbulkan ancaman nyata bagi kapal-kapal yang melintas di perairan regional". Tidak ada personel Amerika yang terluka dalam serangan tersebut, kata militer.




































