Banjir di Sumatera Sisakan Tantangan Panjang, Akses Air Bersih dan Nutrisi Jadi Kebutuhan Mendesak

3 weeks ago 18

Senin, 30 Maret 2026 - 17:59 WIB

Aceh, VIVA  - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh Tamiang, belum sepenuhnya usai meski air mulai surut. Di balik surutnya genangan, muncul persoalan lain yang tak kalah krusial: keterbatasan akses air bersih, kebutuhan nutrisi, serta risiko kesehatan pascabanjir yang mengintai masyarakat.

Kondisi ini terlihat jelas di sejumlah titik terdampak, di mana warga masih harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Air bersih menjadi salah satu tantangan terbesar, mengingat banyak sumber air yang tercemar akibat banjir. Di sisi lain, kelompok rentan seperti ibu dan anak membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Upaya penanganan pun terus dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui kolaborasi antara tenaga medis dan relawan kemanusiaan yang turun langsung ke lapangan. Mereka tidak hanya memberikan layanan kesehatan dasar, tetapi juga mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah penyakit pascabanjir.

Ketua Umum IDI, Dr. dr. Slamet Budiarto, SH., MH.Kes., menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dalam situasi seperti ini.

“Kami mengapresiasi kolaborasi yang kuat bersama Herbalife dalam penanganan bencana banjir di Aceh dan sekitarnya. Kemitraan ini memungkinkan mobilisasi sumber daya yang lebih efektif serta memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Dukungan yang diberikan—mulai dari akses air bersih, bantuan nutrisi, hingga dukungan operasional di lapangan—sangat berperan dalam memperkuat respons kemanusiaan dan mempercepat pemulihan masyarakat," kata dr Slamet dalam keterangannya, dikutip Senin 30 Maret 2026. 

Di lapangan, bantuan yang diberikan berfokus pada kebutuhan paling mendesak, seperti penyediaan makanan bergizi, distribusi air minum, hingga pembangunan fasilitas air bersih seperti sumur bor. Kehadiran posko kesehatan juga menjadi penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan medis secara cepat.

Tak hanya itu, edukasi kesehatan pascabanjir menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Relawan medis memberikan pemahaman terkait risiko penyakit seperti diare, infeksi kulit, hingga gangguan pernapasan yang kerap muncul setelah bencana banjir.

Halaman Selanjutnya

Beberapa wilayah seperti Kota Lintang Bawah dan Kampung Duren masih menjadi fokus pemantauan lanjutan. Dalam kunjungan yang dilakukan selama beberapa hari, tim relawan memastikan fasilitas yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik sekaligus menilai kebutuhan tambahan yang masih diperlukan masyarakat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |