Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penggeledahan di rumah mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) era Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Djan Faridz. Penggeledahan tersebut dilakukan terkait dengan kasus korupsi pergantian antar waktu (PAW) DPR RI dengan tersangka Harun Masiku.
Penyidik melakukan penggeledahan di rumah Djan Faridz karena didasari dari informasi saksi yang telah diperiksa KPK.
"Penyidik memiliki informasi maupun petunjuk berdasarkan keterangan saksi sehingga kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan tadi malam,” ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika kepada wartawan, dikutip Jumat 24 Januari 2025.
Penampakan rumah eks watimpres Djan Faridz saat digeledah KPK soal kasus korupsi Harun Masiku
Photo :
- VIVA.co.id/Zendy Pradana
Saat ini Djan berkapasitas sebagai saksi dalam kasus tersebut. KPK berpeluang bakal memanggilnya untuk mendalami keterlibatan politikus PPP itu dalam kasus yang menyeret buronan Harun Masiku.
“Tentunya apa yang ditanyakan masih didalami oleh penyidik,” bebernya.
Penggeledahan berlangsung pada Rabu 22 Januari 2025 malam hingga dinihari. Lima jam lamanya penggeledahan berlanngung.
Penyidik membawa tiga koper usai melakukan penggeledahan di rumah Djan Faridz. Hasilnya, sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik berhasil disita penyidik KPK.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Harun Masiku yang kini belum diketahui keberadaannya. Dalam surat DPO tersebut, turut disertakan ciri terbaru Harun Masiku.
Harun Masiku merupakan tersangka kasus korupsi berupa pemberian suap Pergantian Antar Waktu (PAW) 2019-2024 anggota DPR RI. Eks caleg PDI Perjuangan (PDIP) itu sudah jadi buronan lenih dari empat tahun. Status DPO untuk Harun Masiku sudah ditetapkan KPK sejak Januari 2020.
Di surat DPO itu, KPK menulis lengkap identitas Harun Masiku. Bahkan, foto terbarunya pun juga disertakan.
Surat DPO Harun juga tertulis ciri khusus. Harun dituliskan dalam surat DPO KPK yang baru tertulis memakai kacamata hingga berbadan kurus.
"Ciri Khusus: berkacamata, kurus, suara sengau, logat Toraja/Bugis," demikian keterangan surat DPO KPK dilihat Jumat 6 Desember 2024.
Lalu, dalam surat DPO itu juga dituliskan ciri-ciri fisik di antaranya memiliki tinggi badan 172 cm, rambut hitam, warna kulit sawo matang. NIK Harun Masiku juga ditulis, yakni 317405210370017 dan nomor paspor C1089508.
Surat DPO terbaru itu menyertakan empat foto terbarunya Harun. Harun tampak mengenakan kacamata dengan kemeja putih.
Selain itu, ada juga foto Harun mengenakan kaos hitam dan jaket merah. Selanjutnya, dua foto Harun Masiku terlihat mengenakan batik bermotif.
"DPO tersebut merupakan update atas DPO yang diterbitkan awal tahun 2020," ujar Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika, Jumat 6 Desember 2024.
Halaman Selanjutnya
Penyidik membawa tiga koper usai melakukan penggeledahan di rumah Djan Faridz. Hasilnya, sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik berhasil disita penyidik KPK.