Jakarta, VIVA – Harga Bitcoin tergelincir di bawah level US$69.000 sejak sesi perdagangan Jumat sampai Minggu, 27-29 Maret 2026. Koreksi menyusul pelemahan aset berisiko secara global seiring keyakinan pelaku pasar terkait potensi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai memudar.
Mengutip Coindesk, aset kripto terbesar di dunia ini turun lebih dari 3 persen dari posisi tertingginya di atas US$71.000 pada sesi sebelumnya. Hingga pukul 16.43 WIB, harga Bitcoin berada di level US$66.547,65 atau sekitar Rp 1,12 miliar (estimasi kurs Rp 16.980 per dolar AS) bahkan sempat terjungkal ke area US65.706,58 pada sesi perdagangan Sabtu, 28 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tekanan juga melanda altcoin utama seperti Ethereum, XRP, Solana, dan Cardano yang kompak merosot sekitar 4 hingga 5 persen. Pergerakan pasar kripto saat ini tidak terlepas dari dinamika makro global, khususnya harga energi.
Tekanan juga meluas ke saham-saham terkait kripto seperti Coinbase dan Strategy melemah sekitar 3 hingga 4 persen. Penurunan paling tajam terjadi pada saham perusahaan penambang bitcoin. Saham Hut 8 anjlok 8,6 persen, sementara Riot Platforms dan IREN masing-masing kehilangan lebih dari 7 persen.
Harga minyak dunia melejit sekitar 4 persen sehingga memicu kekhawatiran baru terkait inflasi dan potensi gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Tekanan juga terlihat di pasar keuangan global. Indeks saham teknologi di Nasdaq Composite melemah 1,4 persen, sementara imbal hasil obligasi pemerintah meningkat tajam. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 4,40 persen, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian pasar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, saham-saham teknologi raksasa yang dikenal sebagai Magnificent Seven terkoreksi cukup dalam dari level tertingginya. Beberapa di antaranya seperti NVIDIA anjlok 18 persen, Meta Platforms anjlok 30 persen, dan Microsoft terkoreksi hingga 34 persen.
“Ke depan, pergerakan jangka pendek kemungkinan besar akan tetap bergantung pada perkembangan makro,” ujar Tekanan juga meluas ke saham-saham terkait kripto seperti Coinbase dan Strategy merosot sekitar 3 hingga 4 persen. Penurunan paling tajam terjadi pada saham perusahaan penambang bitcoin. Saham Hut 8 anjlok 8,6 persen, sementara Riot Platforms dan IREN masing-masing tergerus lebih dari 7 persen.
Halaman Selanjutnya
Ia menambahkan, kejelasan terkait de-eskalasi dapat mendorong aset berisiko, termasuk bitcoin. Sementara itu, ketidakpastian yang berlanjut bisa membuat pergerakan tetap fluktuatif.

3 weeks ago
19



























