Bos BGN Sebut MBG Disalurkan Menyesuaikan Hari Siswa Masuk Sekolah

4 weeks ago 15

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:40 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap diberikan menyesuaikan jumlah hari kehadiran siswa di sekolah dan berhenti disalurkan apabila libur. 

Pernyataan tersebut disampaikan Dadan untuk menanggapi usulan efisiensi Program MBG dengan mengurangi jumlah pemberian makanan menjadi lima hari dalam sepekan yang dinilai berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.    

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Khusus untuk anak sekolah, MBG akan disalurkan bila mereka hadir di sekolah. Jika sekolah lima hari, maka mereka akan mendapatkan MBG lima hari, sementara jika ada sekolah yang enam hari, maka MBG diberikan enam hari. Berdasarkan data yang ada, mayoritas lama sekolah lima hari," katanya saat dikonfirmasi ANTARA melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat. 

Dadan menegaskan, di tahun 2026, BGN fokus pada peningkatan kualitas seperti instruksi Presiden Prabowo Subianto yang juga menjadi salah satu upaya untuk menjaga efektivitas program. 

"Basis penyaluran MBG berupa makanan segar siap santap dan dikirimkan ke lokasi penerima manfaat berbasis daftar yang telah didata. Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ke posyandu atau rumah, sementara siswa ke sekolah masing-masing. Santri dan anak sekolah keagamaan lainnya ke tempat mereka mondok. Jika libur, maka MBG berhenti disalurkan," paparnya.   

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan efisiensi Program MBG berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp40 triliun per tahun.

Efisiensi tersebut direncanakan dilakukan dengan mengurangi jumlah hari operasional. Pemberian MBG diusulkan menjadi lima hari dalam sepekan dari sebelumnya yang enam hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kan biasanya seminggu (MBG) enam hari, dia (Kepala BGN) bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang saja bisa (hemat) Rp40 triliun setahun,” kata Menkeu Purbaya. 

Menurutnya, langkah ini menunjukkan upaya BGN dalam melakukan efisiensi anggaran di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak akibat konflik geopolitik global. (Ant)

Presiden Prabowo Tinjau SPPG Polri

Jaga Kepercayaan Publik ke MBG, Operasional SPPG Harus Terus Dievaluasi Ketat

Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan langkah proaktif melalui serangkaian inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah.

img_title

VIVA.co.id

27 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |