Dari Masalah Jadi Peluang, Begini Cara Sampah Plastik Diolah Lebih Canggih

3 days ago 3

Kamis, 23 April 2026 - 00:02 WIB

Jakarta, VIVA – Persoalan sampah plastik masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data berbagai lembaga menunjukkan bahwa volume sampah terus meningkat setiap tahunnya, sementara kemampuan pengelolaannya belum sepenuhnya optimal.

Plastik sekali pakai, khususnya yang bernilai rendah atau sulit didaur ulang, kerap berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) bahkan mencemari lingkungan. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari solusi yang lebih berkelanjutan, termasuk melalui pendekatan teknologi. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Chandra Asri Group melalui fasilitas Industri Pengelolaan Sampah Terpadu (IPST) ASARI. Fasilitas ini baru saja menyelesaikan proses commissioning mesin pirolisis terbaru yang mampu mengolah sampah plastik dengan kapasitas lebih besar.

Dengan tambahan mesin baru berkapasitas 200 kilogram dalam sekali operasi, IPST ASARI kini mengoperasikan dua mesin pirolisis dengan total kapasitas mencapai 300 kilogram per siklus. Peningkatan ini menjadi langkah penting dalam memperluas pengolahan sampah plastik, khususnya jenis yang selama ini sulit ditangani dengan metode daur ulang konvensional.

Menariknya, mesin terbaru tersebut telah dilengkapi teknologi vacuum pyrolysis. Teknologi ini memungkinkan proses pengolahan menghasilkan minyak dengan kualitas yang lebih baik, lebih bersih, serta minim residu dibandingkan metode sebelumnya. Hasil olahan tersebut memiliki karakteristik yang menyerupai bahan bakar solar, sehingga memberikan nilai guna baru bagi limbah plastik.

Nicko Setyabudi, Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, menjelaskan dampak dari peningkatan kapasitas ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dengan beroperasinya dua mesin ini, IPST ASARI kini mampu mengelola hingga lebih dari 35 ribu kilogram (35 ton) LVP setiap tahunnya. Peningkatan kapasitas ini memungkinkan lebih banyak sampah plastik dialihkan ke jalur pengolahan yang lebih terstruktur, sehingga memberi nilai tambah bagi sistem pengelolaan sampah di tingkat komunitas. Hal ini juga memperkuat komitmen kami dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular dan meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia,” ujar Nicko dalam keterangannya, dikutip Kamis 23 April 2026.

Jenis plastik yang dapat diolah melalui teknologi ini meliputi polyethylene (PE), polypropylene (PP), dan polystyrene (PS). Ketiga jenis tersebut termasuk kategori plastik yang umum digunakan sehari-hari, namun sering kali sulit didaur ulang melalui metode biasa.

Halaman Selanjutnya

Sejak beroperasi pada 2021 hingga 2025, IPST ASARI tercatat telah mengelola lebih dari 79 ton sampah plastik. Dari jumlah tersebut, lebih dari 32 ton di antaranya telah diproses melalui teknologi pirolisis, menghasilkan lebih dari 26 ribu liter minyak. Angka ini menunjukkan potensi besar dari pendekatan teknologi dalam mengurangi beban sampah plastik sekaligus menciptakan nilai tambah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |