VIVA – Syekh Ahmad Al Misry (SAM) menyampaikan klarifikasi atas dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya.
Melalui Instagram pribadinya Rabu,22 April 2026, SAM mengingatkan umat agar tidak mudah menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan pesan tersebut dengan mengutip sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa seseorang dapat dianggap berdosa atau berdusta jika menyampaikan semua hal yang didengarnya tanpa verifikasi.
“Cukuplah seorang (dikatakan) berdosa jika dia menyampaikan seluruh apa yang dia dengar (HR Muslim),” tulis SAM.
Selain itu, ia juga mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, yang memperingatkan tentang bahaya menyebarkan informasi yang tidak pasti.
“Sungguh buruk (seburuk-buruk) tunggangan seseorang adalah perkataan ‘mereka menduga,” sambungnya.
Tak hanya hadis, SAM juga mengutip ayat Alquran, di antaranya Surat Al Hujurat ayat 6 tentang pentingnya klarifikasi informasi, serta Surat Al Ma’idah ayat 8 yang menekankan sikap adil dalam menilai suatu persoalan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini dirinya berada di Mesir untuk mendampingi ibundanya yang sedang sakit. Meski berada di luar negeri, ia tetap memenuhi panggilan kepolisian pada 30 Maret 2026 dengan memberikan keterangan secara daring.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Tuduhan bahwa saya sebagai tersangka tidak benar. Saya hadir memenuhi panggilan sebagai saksi,” ujarnya.
Terkait tuduhan pelecehan seksual terhadap santri, ia secara tegas membantah dan menyatakan telah menyerahkan bukti-bukti kepada kuasa hukumnya untuk disampaikan kepada pihak berwenang.
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Tuduhan Pelecehan, Kutip Alquran Surat Al Hujurat dan Al Ma’idah
Syekh Ahmad Al Misry klarifikasi dugaan pelecehan seksual, tegaskan hanya berstatus saksi dan bantah tuduhan. Ia imbau publik verifikasi informasi sebelum menyebarkan.
VIVA.co.id
23 April 2026

3 days ago
3



























