Jakarta, VIVA – Perubahan teknologi dan kondisi ekonomi global telah mengubah peta dunia kerja dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu ada sejumlah profesi yang dianggap sebagai jalur cepat menuju gaji besar dan masa depan cerah, kini situasinya tidak lagi sama.
Beberapa pekerjaan yang pernah menjadi incaran banyak orang justru mulai menghadapi tantangan besar, mulai dari pemutusan hubungan kerja atau PHK hingga semakin ketatnya persaingan untuk mendapatkan pekerjaan baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu negara, melainkan dirasakan di berbagai belahan dunia. Banyak perusahaan besar memilih melakukan efisiensi, mengurangi jumlah karyawan, hingga memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengerjakan tugas yang sebelumnya ditangani manusia.
Akibatnya, sejumlah profesi bergaji tinggi yang dulu sangat diminati kini menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Berikut beberapa profesi yang dulu terkenal memiliki penghasilan besar namun kini banyak terdampak PHK dan menjadi pengangguran, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Minggu, 31 Mei 2026.
1. Software Engineer
Software engineer atau pengembang perangkat lunak selama bertahun tahun menjadi salah satu profesi dengan gaji paling menggiurkan. Banyak perusahaan teknologi bersedia membayar mahal untuk mendapatkan talenta terbaik di bidang ini.
Namun, kondisi berubah setelah berbagai perusahaan teknologi global melakukan restrukturisasi dan efisiensi. Ribuan pekerja teknologi kehilangan pekerjaan dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, perkembangan AI generatif membuat sebagian tugas pemrograman dasar dapat dilakukan lebih cepat dengan bantuan teknologi.
Meski kebutuhan terhadap software engineer masih tinggi, persaingan menjadi jauh lebih ketat dibandingkan beberapa tahun lalu. Perusahaan kini cenderung mencari kandidat yang memiliki kemampuan lebih luas dan mampu bekerja berdampingan dengan teknologi AI.
2. Programmer dan Developer Pemula
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jika software engineer berpengalaman masih memiliki peluang besar, tantangan justru lebih berat bagi programmer atau developer level pemula. Banyak perusahaan mulai mengurangi perekrutan untuk posisi junior karena tugas dasar seperti membuat kode sederhana, melakukan debugging ringan, hingga dokumentasi dapat dibantu oleh AI.
Akibatnya, lulusan baru atau pencari kerja tanpa pengalaman sering kali kesulitan mendapatkan pekerjaan pertama mereka. Kondisi ini membuat jalur masuk ke industri teknologi menjadi lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Kandidat dituntut memiliki portofolio yang kuat, sertifikasi tambahan, dan pemahaman AI agar lebih kompetitif.
Halaman Selanjutnya
3. Recruiter dan Talent Acquisition

4 weeks ago
10











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

